0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

SMAN 7 Solo Juara Festival Teater Realis

Lakon Kidung Gandrung yang diusung Teater Citra Mandiri dalam Festival Drama Realis, Rabu (2/6). (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Teater Dong SMAN 7 Solo berhasil meraih 4 penghargaan sekaligus dalam Festival Teater Realis tingkat SMA se-eks Karesidenan Surakarta. Teater di bawah asuhan Didik Panji ini berhasil menyabet penghargaan kategori artistik terbaik, aktris pendukung terbaik, penyutradaraan terbaik, serta penyaji terbaik.

Dalam pengumuman yang disampaikan di akhir festival, Sabtu (23/6), penata artistik terbaik dimenangkan Cahya Setya Prananda, aktris pendukung terbaik dimenangkan Nessa Argarini, penyutradaraan terbaik dimenangkan Didik Panji, dan kategori penyaji terbaik dimenangkan oleh Teater DONG dengan mengusung lakon Mengasah Pisau Cukur karya Hanindawan. Dari empat kategori yang dimenangkan, kelompok teater ini membawa hadiah senilai Rp 2.400.000.

Sedangkan Study Teater dari SMAN 3 Surakarta berhasil menyabet 2 penghargaan, di antaranya kategori aktor pendukung terbaik dimenangkanĀ  Bambang Budyanja dan kategori aktor terbaik diraih Raditya Dharmawan Primayudhana. Untuk kategori aktris terbaik disabet Safitri Yani dari Teater Tenda SMAN 2 Karanganyar.

Salah satu juri, Pamuji Adi mengungkapkan, penampilan dari keseluruhan peserta masih mengandalkan pada penyaduran naskah, belum pada tahap penciptaan suatu karya drama realis. “Semua peserta masih dalam tahapan me-menage, belum sampai pada tahapan meng-creat,” ucapnya saat ditemui selepas pembacaan pemenang drama realis.

Namun, teaterawan Teater Gidag Gidig ini sadar dengan kondisi yang terjadi pada teater tingkat SMA/SMK tersebut. Dengan padatnya jam pelajaran dan hanya menyisihkan sedikit untuk latihan teater. Sehingga dirinya dan para juri lainnya hanya menilai pada apa yang tersaji. “Kami menilai hanya pada apa yang tersaji,” ungkap pria yang sudah 25 tahun mendalami seni teater.

Drama realis, lanjut Pamuji sebenarnya tidak rumit karena masa depan para siswa tersebut masih jauh serta masih bisa mengembangkan seni teater mereka lagi. “Kita sadar bahwa itu sebuah proses dan yakin pasti akn mencapai suatu puncaknya,” tambahnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge