0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jokowi: Sayang Kini Semakin Tidak Baik

Tata Ruang Kota Solo Dirancang Sejak PB X

Walikota Solo Jokowi didampingi Wawali FX Hadi Rudyatmo saat meresmikan Balekambang Pasar Ikan dan Resto (dok.timlo.net/daryono)

Solo —  Walikota Solo Joko Widodo menyatakan konsep dan masterplan tata ruang Kota Solo sudah sangat baik dan dirancang sejak Pakubuwono (PB) X. Hanya saja Jokowi, sapaan Walikota, mengaku prihatin semakin tahun tata ruang kota justru menjadi semakin tidak baik.

Jokowi mencontohkan, kawasan Balekambang yang dalam masterplan-nya merupakan kawasan wisata terintegrasi dengan Manahan dan Pasar Depok tapi kemudian berubah. “Konsepnya sangat bagus sejak PB X, jika sedari awal kita konsisten dengan masterplan itu maka kota ini menjadi kota yang sangat baik,” ujarnya saat meresmikan Balekambang Pasar Ikan dan Resto, belum lama ini.

Sayangnya, konsep kota yang sangat bagus tersebut tidak menjadi baik dari tahun ke tahun. Jokowi mencontohkan, beberapa lahan di dekat Taman Balekambang telah menjadi milik pribadi. “Kota yang dulunya mempunyai masterplan terbaik di Asia justru dalam perkembangannya menjadi tidak baik dari tahun ke tahun,” ungkapnya.

Menurut Jokowi, tidak ada kota yang punya konsep sebaik Solo. “Coba lihat saja, kota yang punya penataan distrik, taman, ruang terbuka hijau? Mana kota yang punya seperti Balekambang, Sriwedari, Jurug, Banjarsari? Tidak ada kota di Indonesia yang seperti itu. Ini sudah dirancang sejak PB X, sejak ratusan tahun yang lalu,” ujarnya mencontohkan.

Dijelaskan, melencengnya masterplan kota sebagai akibat tata ruang kota yang bisa dibeli. “Menurut saya lho ya, karena tata ruang itu bisa dibeli. Itu saja, yang seharusnya untuk taman, bisa dibuat untuk mall,” pungkas pria yang menjadi Cagub DKI ini.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge