0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Salah Minum Jamu, Fatal Akibatnya

Fakultas Farmasi UMS menggelar "International Conference Research and Application on Traditional, Complementary and Alternative Medicine in Health Care", Jumat (22/6). (dok.timlo.net/niza novita)

Solo — Ketua Komisi Nasional Saintifikasi Jamu, Dr Siswanto MHP DTM mengingatkan masyarakat agar ekstra hati-hati alias tidak asal minum obat atau jamu tradisional. “Belum semua jamu tradisional terbukti secara klinis soal manfaat dan kegunaannya. Pembuktian manfaat jamu secara imiah tidak bisa diakukan secara cepat,” kata Dr Siswanto di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jumat (22/6), disela acara “International Conference Research and Application on Traditional, Complementary and Alternative Medicine in Health Care.”

Menurut Dr Siswanto, saat ini ada empat formula jamu yang sudah dibuktikan secara ilmiah tentang manfaat dan kegunaannya. “Yaitu jamu anti diabetes, anti asam urat, anti hipertensi dan anti kolesterol,” ungkapnya.

Dijelaskan, pembuktian manfaat jamu secara ilmiah perlu penelitian yang butuh waktu lama. “Metodologi yang digunakan juga harus kokoh dengan tujuan agar hasil penelitian itu bisa dipercaya,” katanya.

Produk jamu terdiri dari 3 jenis, yakni jamu tradisional, obat herbal standar dan fitofarmaka. “Jamu tradisional biasanya berkhasiat menjaga kesehatan dan mencegah penyakit, misalnya jamu gendong,” paparnya.

Dr Siswanto mengingatkan, jika ingin mengonsumsi jamu tradisional, maka harus proposional dan hendaknya yang berkhasiat untuk menjaga kesehatan. Jika ada jamu tradisional diklaim sebagai penyembuh penyakit tertentu, Siswanto mengimbau masyarakat hati-hati. “Sebab, jika salah mengonsumsi jamu tradisional, maka bisa fatal akibatnya,” tandasnya.

Dekan Fakultas Farmasi UMS, Muhammad Da’i, menjelaskan, selama ini pihaknya sudah bekerja sama dengan beberapa industri jamu untuk meneliti kandungan senyawa aktif pada jamu tersebut. “Ini sebagai salah satu bentuk nyata UMS membantu masyarakat untuk mengonsumsi jamu yang sehat,” katanya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge