0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Teater One SMAN 1 Sragen Usung Lakon Kangen

lakon Kangen karya N. Riantiarno yang diusung Teater One dalam Festival Teater Realis di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah di Solo, Rabu (20/6). (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Pementasan kedua Festival Teater Realis SMA disusul dengan penampilan dari SMAN 1 Sragen dengan nama kelompok Teater Original Nature Exspression (One). Kelompok ini mengusung lakon Kangen karya Riantiarno dan disutradarai oleh Pine Wiyatno.

Dalam pertunjukan tersebut dibuka dengan  tiga orang wanita yang memiliki hubungan keluarga. Tuti (peran utama anak) merasa terbuang selama 25 tahun karena sejak kecil telah diasuhkan kepada pamannya (keluarga Ramlan).  Bulik serta kakak Tuti (Titin) datang untuk mengajaknya pulang ke Solo berkumpul dengan sanak saudara yang lain karena ibu mereka sedang sakit keras.

Lakon ini menurut penuturan Pine Wiyatno selaku sutradara, mengusung makna rasa ingin bertemu yang sangat mendalam seorang ibu terhadap anaknya. Proses kreatif menuju reportoar ini sendiri memakan waktu sekitar dua bulan. Dirinya menjelaskan tentang kisah yang diangkatnya tersebut mempunyai latar belakang dari keluarga yang kekurangan, sehingga tidak mampu menyekolahkan ataupun menghidupinya.

“Kebiasaan tersebut berkembang di Solo dan  biasanya anak mereka dititpkan pada keluarga lainnya yang dirasa mampu dan berkecukupan,” kata pria yang akrab disapa Mbah Pine. Lakon ini, menurut Mbah Pine sesuai dengan komunitas yang digarapnya di mana sebagian besar anggota Teater One ini siswi SMA.

Dalam pementasan tersebut tersirat satu pesan bahwa suatu keluarga apapun yang terjadi di masa lalunya serta sepahit apapun, harus bisa mengikhlaskan yang telah terjadi. Keluarga adalah suatu pertalian kandung yang mesti dijaga, jangan sampai rusak karena apapun juga semua berawal dari keluarga.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge