0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gempa Guguran Meningkat

Gunung Merapi Masih Bahaya Bagi Pendaki

Kondisi puncak Gunung Merapi dari Pos Pengamatan, Jrakah, Selo, Boyolali. (foto diambil 21 Juni 2012). (Dok.Timlo.net/ Byll)

Boyolali — Puncak Gunung Merapi terus mengalami perubahan ketinggian akibat guguran yang terus menerus terjadi. Dari semula ketinggian 19 DPL saat ini turun hingga 50 meter. Guguran yang terjadi di Puncak Merapi diakibatkan gempa yang saat ini sering terjadi.

Dari pemantauan di Pos Pengamatan Gunung Merapi Jrakah, guguran di puncak Merapi terlihat sangat jelas. Bahkan longsor yang terjadi ini membuat jalur lahar di Puncak dan mengarah ke wilayah Boyolali. “Tapi semua guguran tidak bisa terpantau dengan baik, karena disegala arah hampir terjadi,dan ini patut diwaspadai,” ungkap Petugas Pos Uga Jrakah, Tri Mujianto, Kamis (21/6).

Dari Pos Jrakah ini juga bisa dilihat, puncak Merapi dari sisi barat laut terlihat dipenuhi dengan longsoran material yang terjadi karena adanya peningkatan aktivitas kegempaan baik tektonik maupun multiphase. Guguran ini membentuk jalur lahar baru yang berada di atas tiga desa di Kabupaten Boyolali. Guguran material paling besar terlihat di bawah kawah 1948.

Selain terjadi guguran, petugas juga mencatat adanya peningkatan suhu di Puncak Merapi. Suhu di puncak Merapi mengalami peningkatan panas mencapai 400 derajat Celcius.

Kondisi puncak sendiri hingga kini masih labil dan sangat berbahaya bagi pendaki. Selain labil, badai juga masih terjadi di puncak. Pihaknya berharap pendaki untuk berhati-hati dan disarankan tidak naik ke Puncak Merapi. (byl)

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge