0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lima Anggota Polisi Jadi Korban Tawuran

Kaca depan Truk Sabhara Polres Boyolali hancur dirusak kelompok berbadan tegap dan berambut-cepak, Rabu (21/6) malam. (Dok.Timlo.net/ Byll)

Boyolali — Sedikitnya lima anggota polisi Polres Boyolali menjadi korban pengeroyokan saat mengamankan konser dangdut di Lapangan Sunggingan Boyolali, Rabu (20/6) malam. Akibatnya, kelima polisi tersebut harus dirawat di rumah sakit.

Kelima anggota Dalmas yang menjadi korban tersebut, antara lain Briptu Warno, Ipda Budi, Briptu Suryanto, Bripda Rosyid, dan Briptu Yusuf. Peristiwa ini berawal saat petugas berusaha memisah perkelahian antar pengunjung. Namun, justru kelompok berbadan tegap dan berambut cepak balik memukuli petugas. Untuk memisahkan tawuran tersebut, petugas terpaksa mengeluarkan tembakan.

Pelaku tidak hanya melakukan pengeroyokan namun juga merusak truk Sabhara milik Polres Boyolali. Kaca depan truk pecah diduga dihantam menggunakan batu. Sementara itu, Kapolres Boyolali AKBP Hastho Rahardjo, ketika dikonfirmasi membantah adanya tawuran yang mengakibatkan anggotanya terluka. ” Tidak..tidak ada itu tawuran,” ungkap Kapolres saat dikonfirmasi sambil berlalu masuk ke dalam mobilnya, Kamis (21/6).

Sementara itu, korban yang terluka saat ini masih dirawat di sejumlah rumah sakit, seperti di RSUD Pandanarang Boyolali, PUskesmas Rawat Inap Banyudono, RS Karima Kartasura dan RS Yarsis. Salah satu korban luka parah, Briptu Warno, saat ini masih terbaring lemah di ruang Flamboyan RSUD Pandanarang. Korban menderita luka di kepala. ”Saya tidak tahu kena apa, tapi kayaknya benda keras, tiba-tiba saya sudah berada di rumah sakit,” ungkap Warno.

Selain petugas keamanan, salah seorang kameramen orkes dangdut Monata, Zamroni warga Magelang juga menderita luka di kepala dan harus mendapat lima jahitan. ”Waktu itu saya kan ada yang terluka di wajah berdarah-darah, saya mau nanya kena apa itu mas, ealah tahu-tahu dari belakang saya dikeroyok sama temen-temenya, mereka tentara,” ungkap Zamroni.

Sayangnya, pihak Polres Boyolali enggan memberikan keterangan dan terkesan menutupi kasus tersebut. Belum diketahui pasti apakah kasus ini akan diselesaikan melalui jalur hukum atau tidak, pasalnya pihak berwajib memilih bungkam. (byl)

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge