0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Belum Ditarik, Buku Porno Disimpan di Ruang Kepsek

Salah satu buku yang wajib disimpan di ruang perpustakaan Kepala Sekolah lantaran bermaterikan pornografi sehingga tidak layak dikonsumsi anak didik (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri — Tim Pelacak Khusus bentukan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Wonogiri telah berhasil merampungkan tugasnya. Atas dasar rekomendasi mereka itulah akhirnya diputuskan untuk sementara buku yang bermaterikan pornografi disimpan di ruang perpustakaan Kepala Sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri, Siswanto ketika dicegat Timlo.net usai menghadap Bupati Danar Rahmanto di Pendopo Rumdin, Kamis (21/6), menyebutkan, Tim Pelacak Khusus bekerja tepat waktu dan telah menyelesaikan semua tugasnya.

“Tim kita kasih waktu satu minggu, dan pada hari Selasa (19/6) kemarin tugas mereka sudah selesai dan hasilnya telah diberikan kepada kami,“ ungkap Pak Sis –sapaan akrab Kadisdik Wonogiri Siswanto.

Hasil dari penyelidikan tim memutuskan, keempat buku yang menghebohkan dipastikan tidak layak untuk dikonsumsi anak didik. Sehingga sementara waktu tidak diperkenankan dipinjamkan ke sisiwa. Dan demi menjaga keamanan, buku wajib disimpan di ruang Kepala Sekolah penerima.

Menurut Pak Sis, buku memang tidak boleh ditempatkan di ruang perpustakaan sekolah. Pasalnya dikhawatirkan akan dapat dengan mudah ditemukan siswa yang kemudian akan dibacanya.

“Untuk langkah selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Nasional, sebab permasalahan buku tersebut adalah keputusan pusat, jadi belum bisa kita tentukan apakah akan ditarik dan dikembalikan ke pusat atau bagaimana, masih menunggu lagi keputusan pusat nanti,“ tandas Kadisdik.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge