0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BNPT: Kopassus Siap Bantu Tanggulangi Terorisme

Direktur Penindakan BNPT, Brigjen Pol Dr Petrus Golose (dok.timlo.net/iwan kawul)

Solo — Berdasar pemetaan yang telah dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kota Solo merupakan salah satu dari 12 wilayah yang terdeteksi sebagai kantong jaringan terorisme. Dimana eksistensi terorisme di Solo terakhir terlihat ketika bom meledak di GBIS Kepunton, Solo beberapa waktu lalu. Hal ini dikatakan Direktur Penindakan BNPT Brigjen Pol Dr Petrus Golose saat jumpa pers di Markas Grup 2 Kopassus, Kandang Menjangan, Kamis (21/6).

Dari informasi yang dihimpun Timlo.net, hari ini (21/6), BNPT melakukan Rpat Koordinasi Kesiapsiagaan Nasional dalam penanggulangan terorisme di Markas Grup 2 Kopassus. Rapat ini dihadiri jajaran militer dan kepolisian di wilayah Solo serta perwakilan dari Densus 88 Mabes Polri.

Dalam siaran persnya, Golose menjelaskan bahwa meskipun saat ini terjadi penurunan eskalasi tindakan teror, namun kelompok-kelompok teror telah bermetamorfosis dari kelompok besar menjadi kelompok-kelompok kecil.

“Saat ini organisasi terorisme di Indonesia menerapkan strategi asymmetrical warfare. Strategi ini memiliki karakter tidak adanya zona perang, hal ini menyebabkan aksi teror dapat terjadi dimana saja, meskipun tidak di wilayah konflik,” papar Golose.

Golose menambahkan, saat ini para teroris tidak menggunakan seragam sehingga tidak nampak jelas dan sulit terdeteksi keberadaan dan aktivitasnya. “Sehingga perlu kesiapsiagaan nasional sebagai wujud ketahanan nasional dalam penanggulangan terorisme,”

Saat ini BNPT telah berkoordinasi dengan semua kesatuan yang dimiliki TNI/Polri dan sipil. “Kopassus telah menyatakan kesiapannya untuk membantu Polri dalam menanggulangi permasalahan terorisme,” jelas Golose.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge