PB X Diusulkan Sebagai Pahlawan Nasional
Solo – Pihak Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali menggelar pertemuan dengan berbagai tokoh masyarakat untuk membahas tindak lanjut usulan Sri Susuhunan Pakoe Buwono (PB) X untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional yang berasal dari kota Surakarta. Pertemuan yang dilaksanakan di Balai Tawangarum Balaikota Surakarta, Sabtu (17/7), dihadiri perwakilan dari pemkot Solo Sekda Budi Suharto, BRA Moeryati Sudibyo, budayawan Surakarta Sudharmono, serta beberapa tokoh budaya Solo lainnya.
Pertemuan yang digelar di Balaikota Solo kali ini merupakan yang kesekian kalinya, untuk mewujudkan gelar pahlawan nasional yang akan diberikan kepada PB X. Setelah sebelumnya juga digelar di berbagai daerah untuk kegiatan pengusulan pemberian gelar sebagai pahlawan nasional bagi PB X. Menurut Bambang Pradotonagoro selaku Humas dalam acara ini menyampaikan bahwa jasa dari PB X telah banyak diakui sehingga perlu adanya pemberian penghargaan melalui gelar pahlawan nasional.
“Jasa-jasa beliau sebenarnya luar biasa dampaknya bagi negara ini, seperti halnya beliau dulu memprakarsai berdirinya gerakan Budi Utomo serta konferensi-konferensi di negara ini, beliau juga membiayai seorang Radjiman Widyodiningrat untuk di sekolahkan ke luar negeri. Bahkan puncak pidato kemerdekaan Republik Indonesia yang dibacakan oleh Bung Karno waktu itu, disiarkan pertama kali melalui radio yang dimiliki PB X,” ujarnya.
Begitu pula yang terdapat di dalam makalah karya Drs. Hermanu Joebagjo, M.Pd bahwa PB X memiliki andil atau peran yang besar bagi perkembangan kota Solo ini seperti ; Pembangunan jembatan Bacem dan Jurug, Kebon Rojo atau sekarang dikenal dengan taman Sriwedari, Paheman (museum) Radyapustaka, dan beberapa bangunan bersejarah lainnya di Kota Surakarta.
Jika nantinya PB X telah resmi memiliki gelar sebagai pahlawan nasional, akan menjadi orang kedua di wilayah keraton Kasunanan Surakarta yang mendapat gelar pahlawan nasional, sebelumnya PB VI telah diberi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Soekarno setelah membantu Pangeran Diponegoro dalam berperang mengusir penjajah, sehingga harus dibuang ke Makassar oleh pemerintah kolonial Belanda.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Juwangi Jadi Sasaran TMMD
- Bus kok Numpaki Pembatas Jalan?
- Pengedar Ganja Diringkus
- Inilah, Ikrar Para Penjual Ciu
- Buku “Kisah Menarik Masa Kecil Pa...
- DPRD Keberatan Dengan Keringanan Re...
- Ayo Berinternet yang Sehat dan Aman...
- Petani Tembakau di Klaten Sulit Ban...
- GMNI Unisri Adakan Sarasehan Kebang...
- Rawan Kecelakaan, Empat Bukaan Medi...
- Belum-belum kok Sudah Bocor
- Selingkuhan Melapor, Oknum Polisi T...
- Mei, Mall Paragon Semarak Event
- Kantor Cabang KSPS Berkah Kebanjira...
- Gagal Dulang Poin di Aceh


Inilah Kronologi Penandatanganan Re...
Kerabat Kusumowandowo Ingin Diperte...
Besok, Hangabehi-Tedjowulan Bertemu...
Kerabat Keraton Datangi Balaikota
KPH Satriyo: Sinuhun Hangabehi Dire...
KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
Sentana Dalem Keraton Urung Menghad...