0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Banyak Siswa Tidak Lulus, Sertifikasi Guru Perlu Ditinjau

(dok.timlo.net/agung)

Sragen — Kondisi guru yang stagnan tidak memiliki metode pembelajaran yang kreatif dinilai menjadi salah satu penyebab anjloknya prestasi belajar siswa. Karena, untuk membentuk karekter siswa yang cerdik, dibutuhkan guru yang memiliki metode pembelajaran terarah dan inovatif. Demikian dikatakan Ketua Lembaga Konsultasi Pendidikan Widya Waskita, Sujarwo, kepada wartawan, Rabu (20/6).

Menurutnya, ada sekitar 2000 guru pengajar di Kabupaten Sragen yang mengalami stagnasi dan tidak naik pangkat selama enam sampai dengan delapan tahun. Hal tersebut dikarenakan  minimnya semangat dan kemauan para guru untuk meningkatkan kemampuan dan pengembangan diri.

“Artinya apa yang diajarkan di dalam proses pembelajaran hanyalah sekedar rutinas,” katanya.

Dia menambahkan, tunjangan sertivikasi yang diberikan oleh pemerintah saat ini tidak memiliki dampak signifikan bagi pengembangan kualitas dan profesionalitas guru. Sebab guru yang memanfaatkan tunjangan sertifikasi untuk proses pengembangan diri, diperkirakan 5 persen dari jumlah total guru penerima tunjangan.

“Sebab sebagian besar guru yang memperoleh tunjangan sertivikasi justru mempergunakan untuk keperluan lain semisal menutup kredit mobil atau keperluan lainya,” jelasnya.

Menjawab pertanyaan mengenai diadakannya evaluasi terhadap guru penerima sertifikasi dan proses peningkatan semangat dan kreatifitas bagi para guru penerima sertivikasi, Sujarwo mengaku telah bekerja sama dengan Persatuan guru republik indonesi (PGRI) dan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat untuk memfasilitasi berbagai program pendidikan dan pelatihan fungsional bagi guru.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge