0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Anggota DPRD Sayangkan Spanduk Provokatif

Ketua FPAN DPRD Surakarta, Umar Hasyim (Dok.Timlo.net/daryono)

Solo —  Sejumlah anggota DPRD Kota Solo menyayangkan adanya pemasangan spanduk bernada provokatif yang sempat muncul di Kota Solo, Selasa (19/6). Spanduk yang tidak jelas siapa pemasangnya tersebut diantaranya bertuliskan “Jokowi Gubernur DKI, Rudy Walikotaku” dengan mengatasnamakan masyarakat cinta damai.

Ketua Fraksi  Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kota Solo, Umar Hasyim menyatakan pemasangan spanduk tersebut seharusnya tidak dilakukan. Hal ini karena masyarakat Solo tidak punya hak pilih terkait Pilkada DKI. Selain itu, pemasangan spanduk tersebut juga hanya membuang-buang uang saja. “Daripada untuk buat spanduk tersebut, uangnya kan seharusnya bisa dimanfaatkan untuk yang lain,” ujar Umar yang juga anggota Komisi IV DPRD ini.

Hal senada diungkapkan politisi dari Fraksi PDIP, Herlan Purwanto yang menilai pemasangan spanduk tersebut dapat membuat situasi  yang kurang baik di Kota Solo. Selain itu, menurut Herlan, pembuatan spanduk tersebut merupakan hal yang sia-sia.

Sejumlah spanduk provokatif tersebut ditemukan di sejumlah titik di Kota Solo di antaranya di dekat Tugu Jembengan, Jebres pada Selasa pagi (19/6). Setelah mengetahui adanya spanduk tersebut, Walikota Joko Widodo memerintahkan Satpol PP untuk mencopoti spanduk tersebut saat itu juga, sehingga, Rabu (20/6) sudah tidak ditemukan lagi spanduk bernada provokatif tersebut.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge