Semarak Pembukaan Solo International Performing Art
Solo - Indahnya percikan kembang api dibarengi dengan tarian kolosal apik dan Sanggar Tari Semarak Candrakirana beserta gemulainya gerakan Dewi Sri yang diperankan oleh Sruti Respati membuka gelaran Solo International Performing Art (SIPA) 2010.
Puluhan penari dari berbagai usia menari lincah sebagai sebuah representasi syukur kepada Dewi Sri. Kembang api utama dilontarkan ke langit, setelah gong pembuka dari Walikota Surakarta dibunyikan, sontak suasana menjadi riuh. Kembang api utama menembus langit, kemudian diiringi kembang api dari penonton yang sebelumnya telah dibagikan oleh pantia turut dinyalakan. Dari beberapa kembang api saja yang mulai menyala, dalam waktu yang singkat kemudian, tribun penonton menjadi lautan kembang api. Mereka saling berbagi api. Ya seperti diberitakan sebelumnya, kembang api tentu saja menambah suasana menjadi semarak, dan mengajak para penonton turut berpartisipasi.
Cukup sesuai dengan acara gelaran SIPA 2010 dibuka dengan sebuah performing art yang cukup meriah. Tak lebih ratusan performer baik dari penari maupun pemain musik memeriahkan pembukaan SIPA. Seperti yang diungkapkan Irawati Kusumorasri dalam pers releasenya, ”Gelaran SIPA bakal dibuka dengan sebuah performing art”.
Irawati Kusumorasri dalam pidato sambutannya menyampaikan bahwa acara SIPA ini dapat terselenggara karena adanya kebersamaan yang erat dengan berbagai pihak. ”SIPA ini terselenggara dari sebuah kebersamaan untuk itu kami mengucapkan terimakasih kepada berbagai ihak yang telah membantu gelaran SIPA kali ini”, terangnya.
Sementara itu pada gelaran pertama SIPA ini akan menyajikan sebuah penampilan dari 6 delegasi yakni, kelompok tari rakyat dari Austria, Volkstanzgruppe yang menampilkan tarian Markt Alhau, Buchschachen, kelompok tari dari Universitas Sabah Malaysia yang menampilkan Tarian Serumpun Tambalang Silau, kelompok tari dari Magelang Wargo Budoyo yang menampilkan menampilkan Tari Gladiator Gunung, kelompok tari dari ISI Denpasar Bali yang menampilkan Tarian Sasih Kenem, Warisan Budaya Seni Melayu dari Propinsi Bangka Belitung yang menampilkan Tari Malang Baye, dan juga kelompok Seni Sumedang dari Kabupaten Sumedang yang menampilkan sebuah drama tari bertajuk ”Nu Ngalanglang Kadungsangdungsang”.
Berita Terkait
Komentar
Tinggalkan Balasan
Berita Terkini
- Juwangi Jadi Sasaran TMMD
- Bus kok Numpaki Pembatas Jalan?
- Pengedar Ganja Diringkus
- Inilah, Ikrar Para Penjual Ciu
- Buku “Kisah Menarik Masa Kecil Pa...
- DPRD Keberatan Dengan Keringanan Re...
- Ayo Berinternet yang Sehat dan Aman...
- Petani Tembakau di Klaten Sulit Ban...
- GMNI Unisri Adakan Sarasehan Kebang...
- Rawan Kecelakaan, Empat Bukaan Medi...
- Belum-belum kok Sudah Bocor
- Selingkuhan Melapor, Oknum Polisi T...
- Mei, Mall Paragon Semarak Event
- Kantor Cabang KSPS Berkah Kebanjira...
- Gagal Dulang Poin di Aceh


Inilah Kronologi Penandatanganan Re...
Kerabat Kusumowandowo Ingin Diperte...
Besok, Hangabehi-Tedjowulan Bertemu...
Kerabat Keraton Datangi Balaikota
KPH Satriyo: Sinuhun Hangabehi Dire...
KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
Sentana Dalem Keraton Urung Menghad...
Keren banget, gila memang suasananya
Sipa keren……
SIPA , upaya merealisasi Solo Kota budaya…. bagus
two thumb 4 mbak ira dan SIPA khususnya….!
Trimakasih untuk mas Iwan Thamrin, mas Bram, Hamurwakandha, dan mas Djongko Raharjo, juga mbak Saestri. Trimakasih pada Timlo.net yang dengan gencarnya memberitakan SIPA. Trimakasih pada semua masyarakat yang telah mendukung SIPA. Bagi masyarakat yang terlibat di SIPA apapun keterlibatannya smoga dapat mengambil manfaat semaksimalnya.
pengen download musik pembukanya,sama video pembukaan sipa 2010 gimana caranya???