0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hotel Saripetojo Dibangun Pasca Lebaran

Bekas Pabrik Es Saripetojo (timlo.net - dhefi)

Solo — Rencana pembangunan hotel di bekas pabrik es Saripetojo semakin intens dilakukan. Berbagai upaya dilakukan oleh Perusahaan Daerah (Perusda) Citra Mandiri dan PT Wira Taruna sebagai pemilik aset dan investor pembangunan hotel agar pembangunan hotel bisa dilakukan secepatnya.

Sebelum mengajukan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) hotel di bekas bangunan cagar budaya tersebut, ada beberapa langkah yang ditempuh oleh Perusda Citra Mandiri. “Sebelum mengajukan IMB, kami harus mengurus advice planning. Tapi sebelumnya kita dihadapkan pada tim cagar budaya di tingkat kota untuk mendapatkan masukan-masukan terkait batasan-batasan mana yang tidak boleh dilanggar,” kata Direktur Utama (Dirut) Citra Mandiri, Sayuti kepada wartawan, Rabu (20/6).

Menurutnya, rekomendasi dari Gubernur Jateng terkait status Saripetojo sebagai benda cagar budaya telah keluar, dengan SK Gubernur No 430/28/2012 yang menetapkan bangunan eks rumah dinas pabrik sebagai cagar budaya, serta didukung pula rekomendasi Kemenbudpar No UM. I.294/TJIM.IV/SP/II/2012.

“Setelah dokumen legal terpenuhi, akan melakukan persiapan pembangunan dengan meminta masukan-masukan dari berbagai pihak,” ungkapnya.

Masukan-masukan itu antara lain perihal bentuk bangunan hotel, teknis pembangunan, termasuk juga kajian analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) maupun Amdal Lalu Lintas (Lalin) di dalamnya. “Kalau sudah clear baru kami mulai pembangunannya,” jelasnya.

Sementara, Tim Perencana pembangunan hotel Saripetojo, Kurniadi menyebutkan, dibutuhkan waktu sekitar 20 bulan untuk membangun hotel Saripetojo. “Hotel yang dibangun setinggi 15 lantai, berupa hotel bintang empat dengan fasilitas yang memadai,” terangnya.

Selain membangun hotel, sejumlah fasilitas pendukung seperti restoran, wedding party, drugstore, dan berbagai fasilitas lain akan dibangun di sekitar bangunan utama hotel. Sedangkan untuk bangunan rumah dinas karyawan pabrik akan digunakan sebagai ruang pertemuan dan “ruang memori”. Di dalamnya, akan diisi dengan berbagai barang-barang peninggalan pabrik es yang sempat jaya di masa lampau tersebut.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge