0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ditinggal Pulang, Gudang Beras Dikuras Maling

Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Mulyani. (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Sebuah gudang beras di kawasan penggilingan padi milik Marwanto (43), warga Pelok Sepur, Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Sragen dibobol maling, Selasa (19/6) dinihari. Sejumlah 12 karung beras seberat satu ton milik korban raib digasak pencuri. Akibat kejadian tersebut diperkirakan korban menderita kerugian hingga Rp 10 juta.

Aksi pencurian itu diduga terjadi ketika penggilingan padi ditinggal pulang pemilik dan para pekerja. Situasi itu dimanfaatkan para pelaku  yang diperkirakan lebih dari satu orang masuk ke dalam gudang beras.

Dari hasil pemeriksaan petugas di lokasi kejadian, diduga pelaku masuk ke dalam gudang dengan cara mencongkel jendela. Mereka kemudian menyelinap masuk ke lokasi penyimpanan beras. Lantaran tidak ada penjaga dan letak gudang beras yang berada di tengah sawah membuat para pelaku leluasa mengangkut tumpukan beras yang memang siap jual.

Kasus pencurian ini itu baru diketahui pagi harinya, saat Kasno (43), salah satu pekerja berniat menjemur gabah. Dia terkejut karena kondisi jendela gudang beras sudah dalam keadaan terbuka. Mengetahui kejadian itu, ia langsung memanggil rekanya sesama pekerja dan melaporkan peristiwa tersebut  kepada pemilik gudang, kemudian dilanjutkan ke pihak kepolisian.

“Saat melihat jendela gudang beras terbuka, saksi langsung memanggil rekanya dan melihat bekas congkelan di jendela gudang beras,” Kata Kasubag Humas Polres Sragen AKP Mulyani, mewakili Kapolres Sragen AKBP Susetio Cahyadi.

Selain meminta keterangan sejumlah saksi, untuk mengusut kejadian tersebut, polisi juga telah melakukan olah TKP. AKP Mulyani menjelaskan, dari keterangan pemilik gudang beras, ada 12 karung beras yang dicuri. Selain beberapa bekas sidik jari, petugas juga menemukan besi yang diduga dipergunakan untuk mencongkel jendela.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge