0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Seniman Protes Pelaksanaan SIEM

Aksi sejumlah seniman yang menolak pelaksanaan SIEM di Balekambang (timlo.net - dhefi)

Solo — Aksi protes terhadap pelaksanaan Solo International Ethnic and Contemporary Music (SIEM) 2012 yang sedianya dilaksanakan di Taman Balekambang terus berdatangan. Kali ini sekelompok seniman dari Kota Solo seperti Paguyuban Kethoprak Surakarta, Forum Masyarakat Peduli Seni Budaya (FMPSB) serta Kelompok Kethoprak Balekambang melakukan aksi protes di Balaikota Solo.

Kedatangan sejumlah budayawan dan aktivis seniman di Balaikota sempat menyedot perhatian. Mereka melakukan aksi teatrikal dengan pementasan ketoprak berdurasi pendek. Lakon yang diambil sesuai dengan misi yang mereka suarakan, yakni Ontran-ontran Balekambang.

Salah seorang budayawan yang ikut dalam aksi tersebut, Gigok Anurogo mengatakan, pihaknya merasa kecewa atas keputusan Pemkot yang menyelenggarakan SIEM di Balekambang. Alasannya, pelaksanaan SIEM di Balekambang akan mengancam keberadaan ketoprak Balekambang.

Selama ini, pementasan ketoprak di Taman Balekambang dinilai sudah eksis. Dengan adanya acara berskala internasional di tempat yang sama selama 5 hari yang dimulai pada 4 Juli mendatang akan mengancam eksistensi mereka. Apalagi, selama perhelatan musik tersebut, pementasan ketoprak akan diliburkan sementara. “Kami menolak (diliburkan). Keberadaan ketoprak Balekambang itu untuk nguri-uri kabudayan Jawa,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan oleh seniman lainnya, ST Wiyono. Ia menilai, keberadaan event SIEM di Balekambang justru akan mengancam eksistensi habitat flora dan fauna di taman seluas 9,8 hektar tersebut. “Kerusakan lingkungan tidak akan terhindarkan. SIEM itu event berskala besar,” terangnya. Mereka yang tergabung dalam aksi tersebut meminta kepada Walikota Solo Joko Widodo untuk mempertimbangkan kembali penyelenggaraan SIEM agar tidak dilaksanakan di Taman Balekambang.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge