0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Meski Ada Larangan dan Sanksi

Satpol PP Wonogiri Pioritaskan Penertiban Baliho Ngeyel

Deretan media promosi yang jelas-jelas melanggar peraturan lantaran dipasang dengan dipaku di pohon (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri – Meskipun secara tegas ada larangan berikut sanksi bagi pemasangan medprom (media promosi) di pohon atau tiang lainnya, nyatanya di wilayah Wonogiri masih banyak dijumpai baliho, spanduk, maupun banner yang tergolong ngeyel.

Baliho ngeyel dipasang dengan dipaku maupun dikaitkan di pohon atau tiang listrik/telepon. Jumlahnya tidak sedikit dan tersebar di beberapa titik strategis Kota Wonogiri. Seperti di ruas Jalan Diponegoro arah Ponorogo, di Jalan Ahmad Yani menuju Kota Solo, maupun di Jalan Pemuda depan Alun-alun Giri Kridha Bhakti.

Ketika dikonfirmasi ke pihak pemasang, rata-rata mereka menjawab tidak tahu adanya larangan maupun sanksi pemasangan medprom di pohon. Pun mereka mengaku hanya disuruh memasangnya.

“Waduh, kalau soal larangan atau sanksi saya tidak tahu Mas, wong cuma disuruh masang, habis itu dibayar,“ ungkap Noval (25) pemuda Kelurahan Giripurwo Selasa (19/6). Dirinya sering mendapat orderan memasang baliho atau spanduk di pinggir jalan.

Langganan Noval berasal dari beragam pihak. Mulai LPK atau kursus, provider seluler, hingga produsen consumer goods. Biasanya dia hanya mendapat jatah memasang di lokasi yang telah ditentukan para langganannya.

Aris, marketing komunikasi sebuah perusahaan penyedia jasa telekomunikasi menyebut telah membekali pengetahuan ke para pemasang medprom sebelum menjalankan tugasnya. “Sebelumnya kami sudah memberi tahu batasan-batasan apa saja yang tidak boleh dilanggar dalam pemasangan medprom,“ jelasnya melalui telepon.

Kepala Satpol PP Kabupaten Wonogiri, Ismiyanto mengaku belum menentukan jadwal penertiban medprom ngeyel tersebut. Meski demikian, hal ini tetap bakal menjadi agenda prioritas.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge