0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Solo Bertekad Jadi Kota Anti Penyalahgunaan Narkoba

Wakasat Narkoba POlresta Solo, AKP Edison Panjaitan (dok.timlo.net/iwan kawul)

Solo — Meskipun terjadi penurunan kasus penyalahgunaan selama 3 tahun terakhir, namun Solo masih tercatat sebagai tempat transit peredaran Narkoba terbesar se-Jateng. Dari data yang diperoleh dari Satnarkoba Polresta Solo menyebutkan, tahun 2009 terdapat 152 kasus, 2010 sebanyak 122 kasus, sedangkan tahun 2011 sebanyak 111.

Menyikapi maraknya peredaran dan penyalahgunaan Narkoba tersebut, Polresta Solo telah melakukan beberapa gebrakan. Di antaranya adalah memebentk Kampung Anti Penyalahgunaan Narkoba.

Kapolres Solo Kombes Pol Asdjima’in yang diwakili Wakasat Narkoba AKP Edison Panjaitan menjelaskan, terkait dengan Hari Anti Narkoba 26 Juni, pihaknya telah berkoordinasi dengan Walikota Solo Joko Widodo mengenai launching Kampung Anti Penyalahgunaan Narkoba pada Hari Anti Narkoba tanggal 26 Juni besuk,

“Namun Pak Jokowi menghendaki bukan hanya launching Kampung Anti Penyalahgunaan Narkoba tetapi juga Kota Anti Penyalahgunaan Narkoba,” papar AKP Edison Panjaitan, kepada wartawan, Selasa¬† (19/6).

AKP Edison menambahkan, Walikota Jokowi sangat mendukung terciptanya Solo sebagai Kota Anti Penyalahgunaan Narkoba. “Pak Walikota merencanakan nantinya di setiap kelurahan terdapat Satgas Anti Penyalahgunaan Narkoba,” tambahnya.

Sejauh ini baru 2 kelurahan yang sudah digarap sebagai Kampung Anti Penyalahgunaan Narkoba. Yakni Kelurahan Semanggi dan Kelurahan Gajahan.

“Sampai saat ini kami masih menggodok konsep mengenai Kota Anti Penyalahgunaan Narkoba. Sebagai contoh konsep yang telah berjalan adalah Kelurahan Gajahan,” jelas AKP Edison Panjaitan.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge