0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wahyu Setianingsih:

80 % Masyarakat Jateng Tak Suka Susu

Seminar Hari Susu Nusantara dengan tajuk "Minum Susu Segar, Tubuh Bugar, Otak Pintar" yang digelar di Aula Fakultas Pertanian UNS, (dok.timlo.net/niza novita)

Solo —  Susu merupakan sumber gizi yang sangat penting buat pertumbuhan dan perkembangan anak Balita. Sebab, disamping kandungan protein yang sangat tinggi dan zat-zat yang terkandung di dalamnya cukup lengkap, rasanya pun lezat, dan mudah dicerna. Harganya juga relatif murah bila dibandingkan bahan minuman manapun dari olahan pabrik.

Hal itu terungkap dalam Seminar Hari Susu Nusantara dengan tajuk  “Minum Susu Segar, Tubuh Bugar, Otak Pintar” yang digelar di Aula Fakultas  Pertanian UNS, Kampus Kentingan, Jebers, Solo, Selasa (19/6).

Kasi Upaya Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Jateng, Wahyu Setianingsih, menjelaskan, sejauh ini susu kurang optimal diberikan kepada anak-anak Balita. “Dari Dinas Kesehatan sendiri selalu menghimbau agar anak bayi tak boleh dikasih susu sapi,” tandasnya.

Ditambahkan, pemanfaatan susu ke anak-anak itu kan susu sebagai sumber protein yang sangat baik. “Kita harus gencar memperkenalkan anak-anak untuk minum susu. Kalau ada yang alergi dengan susu itu ya tetap kita berikan toleransi awal bisa dicoba sedikit-sedikit. Sekitar 80% masyarakat Jawa Tengah tidak suka susu,” ungkapnya.

“Kalau untuk bayi memang nggak boleh itu langsung minum susu sapi. Tahun 2010 itu hanya 20-30% ibu di Jawa Tengah ibu yang memberikan ASI (Air Susu Ibu)si Eksklusif, sedang di tahun 2011 hanya 40% ibu memberikan ASI. Memang ini harus didorong, dan digencarkan terus,” jelasnya rinci.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge