0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Fismo Adji Saputro

Kisah Siswa Pembuat Topeng

pembuat topeng sedng mengerhakan membuat topeng. (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Tangannya cermat meratakan lapisan dan matanya teliti mengamati retakan. Kesabaran yang tinggi sangat dibutuhkan untuk melakukan hal tersebut. Itulah yang dilakukan Fismo Adji Saputro siswa SMK Mikhael Surakarta ketika membuat topeng di Plasa Sriwedari, Senin (18/6).

Tidak semua orang mempunyai kemampuan seperti itu. Fismo mengungkapkan, dirinya mendapatkan cara membuat topeng dari Kemah Budaya yang diadakan sejak tahun 2009. Selama ini dia telah 3 kali berturut-turut mengikuti kemah budaya yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surakarta.

Saat ditanyai tentang proses pembuatan topeng tersebut, Fismo menjelaskan, topeng tersebut terbuat dari bahan dasar kardus bekas atau tempat dudukan telur. Bahan tersebut lalu dihaluskan dengan dicampurkan sedikit air atau sesuai takaran. Setelah dirasa halus lalu dicampurkan dengan lem dan di tumbuk sampai halus. Lalu dituangkan di cetakan yang sudah disiapkan untuk dibuat topeng.

Setelah itu dihaluskan permukaannya dengan menggunakan pensil yang berbentuk bundar. Setelah dirasa halus dan retakan-retakan telah hilang baru dikeringkan. Finishing pembuatan topeng tersebut dengan dicat sesuai bentuk karakternya.

Dia menyukai seni pembuatan topeng tersebut karena tidak semua orang bisa melakukannya karena hal tersebut membutuhkan kesabaran dan ketelitian tinggi. “Kemah Budaya mengajarkan saya seni pembuatan topeng ini,” ujar siswa yang berasal dari Gondang Rejo, Karangayar tersebut.

Dia juga mengatakan bahwa di Kemah Budaya ini dirinya bisa melatih kedisiplinan, toleransi antar sesama dan hal-hal yang bersifat positif lainnya.

Dirinya berharap agar event seperti ini semoga bisa diselenggarakan setiap tahun. Disamping memberikan nilai yang positif juga untuk regenerasi para pemuda untuk lebih mengenal budaya Solo. “Bagaimana kita mau mengenalkan Solo ke luar daera kalau pemudanya sendiri tidak mau kenal dengan Solo,” ujarnya di sela-sela kesibukannya menghaluskan permukaan topeng.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge