0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diduga Sakit Menahun, Sutarni Nggantung

Sejumlah polisi melakukan pemeriksaan dan olah TKP di lokasi bunuhdiri, Senin (18/6). (Dok.Timlo.net/ Iwan Kawul)

Solo — Seminggu berselang setelah kasus bunuh diri pawang Kerbau Kyai Slamet, Utomo Gunadi, hari ini, Senin (18/6) Polsek Pasar Kliwon disibukkan dengan tindakan nekat seorang ibu dua anak yang nekat mengakhiri hidupnya menjerat lehernya sendiri menggunakan tali dan selendang di lantai dua rumahnya.

Sutarni (45), warga Kusumodilagan RT 1/ RW X ¬†Joyosuran, Pasar Kliwon, Solo ditemukan tewas gantung diri di lantai 2 rumahnya oleh anak keduanya Yeti Laila (17). “Waktu saya akan menunaikan Sholat Dhuhur saya mendengar Yeti teriak minta tolong,” ungkap Kasidin (57) warga sekitar.

“Saya langsung naik ke atas, melihat pelaku sudah tergantung dengan mengunakan selendang dan tali,” tambah Kasidin.

Dari informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, Sutarni diduga mengalami sakit kompilasi yang sudah menahun. “Awalnya dikira sakit usus buntu, badan menjadi kurus, ternyata tumor, Mas,” kata Wiratno warga sekitar.

Kapolsek Pasar Kliwon AKP Parni Handoko yang datang ke lokasi kejadian memimpin langsung proses identifikasi dan visum yang dilakukan Tim Labfor Polresta Solo. Kapolsek belum memberikan konfirmasi mengenai peristiwa ini.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge