0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Menjelang Hari Bhayangkara ke-66

Polres Sragen Bertekat Ubah Paradigma Polisi dan Masyarakat

Kapolres Sragen AKBP Susetio Cahyadi. (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Mendekati usia ke-66 tanggal 1 Juli mendatang, Polisi Republik Indonesia (Polri), bertekat akan melayani masyarakat sebaik mungkin dengan tulus. Paradigma berfikir ini yang akan dipakai Polres Sragen agar kehadiran anggota polisi di bumi sukowati dapat bermanfaat bagi masyarakat. Demikian diungkapkan Kapolres Sragen AKBP Susetio Cahyadi, kepada wartawan, usai apel pemberian reward  kepada sejumlah anggota Polres Sragen, Senin (18/6) pagi.

“Di usia yang ke-66 ini kita akan mengubah mind-set atau pola pikir untuk menggugah seluruh anggota bisa melayani dengan tulus agar kehadiran Polri bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Kapolres menerangkan sejak kepemimpinannya 8 bulan lalu, dia melihat sudah ada perubahan pola pikir yang produktif di jajaran Polres Sragen. Susetio mencontohkan, tanpa adanya instruksi atau perintah dari Kapolres dan Wakapolres, anggotanya sudah proaktif menjaga ketenangan masyarakat yang akan melakukan ibadah.

“Di Polres Sragen, saya lihat sudah produktif, tanpa ada instruksi dari Kapolres dan Wakapolres anggota sudah siap untuk mengamankan atau menenangkan masyarakat yang akan melaksanakan sholat Jum’at,” terang Susetio.

Demikian juga untuk Polsek jajaran, anggota tanpa ada komando juga telah melakukan patroli dengan menggunakan mobil menyusuri kampung-kampung demi memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Untuk itu, lanjut Susetio, yang harus diubah bukan hanya paradigma Polri, tetapi paradigma masyarakat tentang kehadiran polisi juga harus diubah.

“Kita juga harus merubah paradigma masyarakat. Dulu kalau ada polisi masuk kampung, dikatakan, mau menangkap siapa? Maka pertanyaan itu harus kita jawab dengan, ini adalah patroli rutin, untuk mengamankan, membuat tenang masyarakat,” jelasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge