0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Okupansi Hotel di Solo Berpotensi Redup

FAVEHOTEL-Favehotel Adisucipto Solo (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo — Maraknya operasional hotel baru pada 2012 ini, tak pelak membuat okupansi alias tingkat hunian hotel di Kota Solo berpotensi meredup. Pasalnya, saat ini saja rata-rata okupansi hotel baru di angka 57 persen.

Sementara, menurut Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo, Abdullah Soewarno, idealnya untuk menambah unit kamar baru rata-rata okupansi hotel setidaknya harus di kisaran 80 persen hingga 85 persen. Itupun harus dicapai dalam tiga tahun berturut-turut.

Adapun yang terjadi saat ini, rata-rata okupansi pada semester I 2012 ini baru di angka 57 persen. Begitu pula dengan capaian pada 2011 lalu yang masih jauh dari ideal, yakni 56 persen. Dengan kondisi demikian, jika dipaksakan ada penambahan kamar baru alias operasional hotel baru, tidak menutup kemungkinan rata-rata okupansi hotel di Kota Bengawan bakal semakin rendah.

“Pengusaha hotel dapat menambah kamarnya kalau occupancy rate-nya 80 persen sampai 85 persen selama tiga tahun berturut-turut. Sementara yang terjadi di Solo, occupancy rate-nya baru 57 persen. Seharusnya pihak penentu kebijakan sebelum memberi ijin (pendirian hotel) bicara dulu dengan organisasi profesi,” kata Abdullah, saat ditemui wartawan di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo, Senin (18/5).

Sementara itu, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Surakarta (BPPDS), Hidayatullah Al Banjari, mengutarakan dalam perencanaan pengembangan kepariwisataan perlu adanya zonasi pendirian hotel. Dalam hal ini, daerah mana saja yang diizinkan untuk pembangunan hotel dan daerah yang terbatas untuk kepentingan serupa.

“Dalam perencanaan pengembangan kepariwisataan ini kan yang penting zonasi, mana daerah yang boleh didirikan hotel dan mana yang terbatas untuk didirikan hotel. Kalau daerah yang sudah penuh, ya jangan didirikan,” ujar dia.

Di sisi lain, kata Hidayatullah, diperlukan pula zona-zona pengembangan atraksi wisata guna mendukung pasar perhotelan Kota Bengawan. Termasuk dengan membuat ruang-ruang pariwisata baru.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge