0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Sexy Dancer Bawa Keributan Di HUT SMK

Sexy Dancer SMKN 9 Solo (dok.niza novita/timlo.net)

Solo – Selama 22 tahun perjalanan SMKN 9 Surakarta dan sudah menjadi Sekolah Berstandart Internasional (SBI). Serta SMKN 9 Surakarta pun berakreditasi A, Dan SMK ini juga telah mendapat sebuah Sertifikat Manajemen Mutu ISO 9001:2008 yang sertifikat ini resmi diberikan dari Jerman kepada sekolah ini.

Dalam rangka HUT SMKN 9 Surakarta, berbagai pentas seni dihelat ada berbagai macam lomba, pentas band, bazar, dan lain-lain. Kegiatan kreasi seni yang berjudul “Born To Be Shine” dengan tema “Little Pieces To Grow Up”.

SMKN 9 Surakarta memiliki 9 jurusan yakni Dispro Kayu (Kriya Kayu), Dispro Logam (Kriya Logam), Kriya Tekstil, Seni Rupa, Multimedia, DKV (Desain Komunikasi Visual), Tata Busana, Animasi, Teknik Komputer dan Jaringan.

Dikatakan Budi Sutrisno, Pembina OSIS SMKN 9 Surakarta bahwa Pensi ajang kreasi anak-anak sebenarnya peringatan hardiknas dan juga HUT SMKN 9 Surakarta. “SMKN 9 Surakarta HUT diperingati tanggal 1 Juni 1990,” ungkapnya.

Adapaun rangkaian kegiatannya itu lomba volly, tumpeng, bulu tangkis, Mural grafity (dari siswa seni rupa dan alumni sini), workshop mural, modern dance dan lain sebagainya. “Tujuan untuk kreativitas anak-anak, kan habis semesteran (kelas 1-2), isi waktu ini sebelum penerimaan rapor kan tanggal 23 Juni 2012. Jumlah anak yang datang kelas 1-3 (1.282 anak) dan ada alumni juga. Harapannya untuk anak-anak bisa memunculkan motivasi pada dirinya. Jadi yang punya kerja ini anak-anak OSIS SMKN 9 Surakarta,” papar Budi.

Disela-sela acara pementasan dancer SMKN 9 Surakarta, salah satu dari empat sexy dancer sempat ditarik oleh guru wali kelasnya dalam pentas seni yang digelar OSIS SMKN 9 Surakarta Sabtu (16/6). Sexy dancer tersebut ditarik sesaat sebelum tariannya selesai karena pakaian yang tidak proporsional dengan siswa SMK.

Pembina OSIS SMKN 9 Solo, Budi Sutrisno yang saat itu mengaku kecolongan saat pementasan dancer berlangsung, terlihat ketika menjawab dengan raut muka malu atas kejadian itu, ia mengatakan “sebenarnya pihaknya sudah menghimbau agar modern dance yang dibawakan oleh siswa tersebut menggunakan pakaian yang proporsional. Ini hanya masalah miss komunikasi saja, karena kalau tariannya masuk dalam acara itu tidak masalah, tetapi ternyata pakaiannya saat tampil tidak proporsional. Kebetulan pagi hari tadi semua guru upacara dulu di kota, jadi kita tidak tahu pakaiannya seperti itu,” ujarnya.

Dijelaskan apalagi satu siswa yang ditarik oleh wali kelasnya itu, dalam keseharian di sekolah selalu memakai jilbab. “Sepertinya dia juga aktif di OSIS,” jelasnya.

Setelah mendapatkan laporan dan panggilan dari kepala sekolah, Budi yang juga Koordinator kegiatan ekstrakurikuler langsung memberikan teguran dan pengarahan kepada siswa tersebut.

Sementara itu Koordinator Modern Dance yang tampil saat acara tersebut, Yolanda mengatakan masalah tersebut memang hanya salah pengertian saja. Modern Dance tersebut dibawakan olehnya dan siswa kelas X serta XI. “Ini juga baru pertama kalinya pensi gede-gedean di SMKN 9. Dan kita juga baru kali ini tampil dance,” ujarnya.

Dijelaskan niat mereka sebenarnya cuma ingin menghibur para penonton. “Masalahnya ada di kostumnya, bukan dance-nya. Tarinya tidak apa-apa. Kostumnya itu yang u can see, masak sexy dance pakaiannya tertutup,” heran Yolanda yang juga lulusan SMKN 9 Solo tahun 2010/2011.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge