0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Zat Besi Cemari Air Sumur Warga Lereng Merapi

Air sumur milik warga Desa Sapen, Kecamatan Manisrenggo, Klaten kini kondisinya tercemar. Warga terpaksa mengangsu ke desa tetangga untuk mendapatkan air jernih (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Klaten – Air sumur milik warga lereng Gunung Merapi di Desa Sapen, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten diduga mengandung sulfur dan zat besi sehingga tidak layak untuk dikonsumsi.

“Jika dari ciri-ciri air sumur itu berwarna kuning dan sulit diendapkan kemungkinan mengandung sulfur dan kadar besi,” ujar Peneliti dari Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Danang Sri Hatmoko melalui pesan singkat, Senin (18/6).

Menurut Danang, kandungan sulfur dan zat besi disebabkan karena berdekatan dengan Gunung Merapi. Namun demikian perlu ada pengecekan lebih dalam untuk mengetahui cemaran air sumur tersebut.

“Memang perlu dicek ke laboratorium untuk mengetahui apakah air sumur itu layak dikonsumsi atau tidak. Sebab, air yang mengandung zat besi akan mengakibatkan sakit kanker dan ginjal jika dikonsumsi oleh manusia,” jelas Danang.

Sebelumnya dikabarkan, warga di Desa Sapen, Kecamatan Manisrenggo, Klaten mengeluhkan kondisi air sumur mereka yang tercemar sejak enam tahun terakhir. Akibatnya warga tidak bisa lagi menggunakan air sumur mereka untuk kebutuhan sehari-hari.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge