0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Habis Ngupas Kacang, Kakek Gantung Diri

Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Mulyani. (dok.timlo.net/agung)

Sragen –  Sugiyo Yoto (60), warga Dukuh Ngunut RT 003, Desa Trombol, Kecamatan Mondokan, Sragen, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di bawah pohon asem, belakang rumahnya, Minggu (17/6) dinihari sekitar pukul 02.30 WIB. Peristiwa itu diketahui istri korban sendiri, Sakem dan dua orang saksi masing-masing Warsito (60), warga Ngunut dan Samto Setu (55), warga Alas Tengah RT 010, Desa Juwok, Kecamatan Sukodono.

Dari informasi yang diperoleh, sebelum melakukan tindakan nekat tersebut, korban bersama istrinya, Sabtu (16/6) pukul 22.00 masih sempat mengupas kacang tanah hingga pukul 24.00 WIB. Keduanya lantas tidur seperti biasanya. Namun sekitar pukul 02.00, Sakem bangun dan melakukan sholat tahajut, tetapi korban Sugiyo sudah tidak ada. Selanjutnya Sakem menghubungi Warsito dan Samto untuk ikut mencarinya.

“Setelah dicari dalam rumah tidak ada, kemudian dicari di kebun belakang rumah dan ditemukan korban sudah dalam keadaan tergantung di cabang pohon asem dengan menggunakan sehelai sarung. Korban sudah meninggal dunia,” kata Kasubag Humas Polres Sragen AKP Mulyani, mewakili Kapolres Sragen AKBP Susetio Cahyadi.

AKP Mulyani menerangkan, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim olah TKP Polres Sragen dan dokter dari Puskesmas Kecamatan Mondokan, tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Akibat gantung diri tersebut, leher korban patah akibat jeratan kain sarung. Dari keterangan yang diperoleh dari pihak keluarga, korban melakukan bunuh diri karena menderita sakit paru-paru yang sudah menahun.

“Korban bunuh diri dikarenakan sakit paru-paru sudah bertahun-tahun tidak kunjung sembuh. Jasad korban juga sudah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” pungkas AKP Mulyani.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge