0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Awas! Ayam Suntik Masih Merebak di Klaten

Petugas saat memeriksa sejumlah pedagang yang menjual daging ayam suntik di pasaran (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Klaten – Tim dari Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumah Potong Hewan (RPH) Dinas Pertanian (Dispertan) Klaten kembali menemukan sejumlah pedagang yang menjual daging ayam suntik di pasaran.

Selain disuntik, petugas juga menemukan daging ayam yang direndam di dalam air agar beratnya bertambah. Praktik-praktik ini dilakukan pedagang untuk meraup keuntungan yang lebih besar.

“Bekas suntikan pada daging ayam itu untuk memasukkan air kedalam daging dengan tujuan agar berat daging menjadi lebih berat. Sehingga pedagang bisa mendapatkan laba yang lebih banyak,” ujar Kepala RPH Dispertan Klaten, Murtopo disela-sela razia, Senin (18/6).

Murtopo menjelaskan, daging ayam yang disuntik akan berakibat pada buruknya kualitas daging. Mengingat air yang digunakan kemungkinan mengandung bakteri.

“Untuk itu praktik seperti ini tidak diperbolehkan. Karena kualitas daging akan menjadi tidak sehat,” jelasnya.

Dalam razia itu, petugas juga memeriksa daging sapi untuk mengantisipasi adanya daging gelonggongan dan cacing hati. Pemeriksaan terhadap daging di pasaran seperti ini akan terus dilakukan, lebih-lebih mendekati bulan Ramadhan nanti.

Meski menemukan beberapa daging suntik, petugas hanya memberikan peringatan kepada para pedagang yang tertangkap basah.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge