0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ulat Serang Kacang Panjang, Petani Merugi

Petani kacang panjang di Desa Brangkal, Kecamatan Wedi, Klaten sedang melakukan penyemprotan pada tanaman mereka menyusul serangan hama ulat (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Klaten – Puluhan petani kacang panjang di Desa Brangkal, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten mengaku merugi menyusul serangan hama ulat di lahan mereka.

“Serangan sudah berlangsung sejak dua pekan terakhir di hampir semua lahan tanaman kacang panjang di desa ini,” ujar Sarimo (45) petani kacang panjang asal Desa Brangkal, Senin (18/6).

Sarimo mengau dirinya merugi ratusan ribu akibat serangan hama ulat itu. Untuk mengantisipasi agar serangan tidak meluas, ia terus mengintensifkan penyemprotan dengan pestisida.

“Hama ulat ini merusak pada bagian bunga dan daun. Sehingga pertumbuhan kurang maksimal. Ini menyebabkan hasil panen merugi,” ujar Sarimo yang diamini petani lainnya.

Serangan hama ulat itu mengakibatkan 70 persen tanaman kacang panjang tidak bisa dipanen. Petani hanya mampu memanen rata-rata 40 kilogram per petak.

“Padahal jika tidak ada serangan hama, biasanya bisa panen hingga 1,28 kuintal kacang panjang per petak,” ujar Miyarti (43), petani lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Klaten, Wahyu Prasetyo mengaku belum mendapatkan laporan atas serangan hama ulat di lahan kacang panjang di Desa Brangkal, Kecamatan Wedi.

“Saya belum mendapatkan laporan jika ada serangan hama ulat itu,” ujar Wahyu.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge