0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kadikspora Rakhmat Sutomo:

Tak Ada Alasan SD & SMP di Solo Pungut Iuran

Plt Sekda Pemkot Solo, Rahmat Sutomo (dok.timlo.net/niza novita)

Solo — Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Surakarta Rkhmat Sutomo kembali menegaskan, semua kepala sekolah, baik SD maupun SMP di Kota Solo dilarang memungut iuran dari siswa. “Ini sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 60/2011 tentang Larangan Pungutan Biaya Pendidikan pada SD dan SMP. Tiap sekolah menjalankan kegiatannya bersadarkan dana dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan BPMKS (Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta),” tegasnya, Sabtu (16/6).

Ditambahkan, BPMKS untuk SD sebesar Rp 7.000 per siswa/ bulan dan  SMP sebesar Rp 47.000 per siswa. “Kan Tahun Ajaran Baru (2012/2013) Biaya Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) SD sebesar Rp 57.500 per siswa/bulan maka operasional SD negeri di Solo itu sudah harus bebas semuanya. Kalau BOSP SMP sebesar Rp 110.000 per siswa/ bulan. Jadi SD dan SMP tak boleh ada alasan untuk memungut,” tandasnya.

Untuk SMA dan SMK, BPMKS itu sebesar Rp 45.000,00 per siswa / bulan untuk warga tak mampu. “Siswa plus SMK ditutup BOSP dan personalnya,” ujarnya.

“Intinya BPMKS SD dan SMP, semuanya masih subsidi. Penerapan data semua tadi akan diberlakukan pada Tahun Ajaran Baru,  BPMKS kan baru tahun ketiga, dan pembelajaran kepada masyarakat juga yang tak layak ambil kok ambil. Nanti kan muncul rasa malu itu pastinya,” tegasnya.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge