0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Seorang Santri Tewas Terapung di Bengawan Solo

Tim Sar Saat Melakukan Pencarian Korban Tenggelam (Dok. Timlo.net/ Sahid)

Sukoharjo – Setelah pencarian selama 20 jam, akhirnya Tim SAR berhasil menemukan jasad Munawar (13) warga Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo yang tenggelam bersama rekannya saat mengikuti outbond mencari jejak yang diselenggarakan pihak sekolah Ponpes Lailatul Qodar di Sungai Bengawan Solo, Desa Kriwen, Sukoharjo, Minggu (17/6).

Wakil Komandan SAR Sukoharjo Mukhlis mengatakan, sejak Minggu (17/6) siang, pihaknya melakukan penyisiran di Sungai Bengawan Solo, mulai dari Desa Tangkisan hingga ke Desa Serenan. Korban kedua tersebut ditemukan di wilayah Desa Tambak Boyo sekitar 1 kilometer dari lokasi tenggelamnya korban, dengan kondisi terapung, Senin (18/6) sekitar pukul 06.30 WIB.

“Penyisiran yang kita lakukan sejak kemarin hingga malam tadi nihil. Hingga kembali kita bergerak melakukan penyisiran, pagi ini kita temukan jasad korban terapung sekitar 1 kilometer dari lokasi tenggelamnya korban,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah santri Pondok Pesantren Lailatul Qodar mengikuti kegiatan outbond mencari jejak dalam perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) Minggu (17/6). Outbond rencananya menyebrangi Sungai Bengawan Solo dengan tali tambang. Namun, saat guru belum memasang tambang, sejumlah santri nekat menyebrang hingga ada yang terseret arus dan tenggelam.

Korban di antaranya adalah Doni (13) warga Mertan, Bendosari, Sukoharjo, ditemukan sekitar 1 jam setelah tenggelam, dan Munawar (13) warga Dalangan, Tawangsari yang ditemukan Senin (18/6) pagi sekitar 1 kilometer dari lokasi awal.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge