0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Resik Resik Mangkunegaran Menjelang SIPA 2012

Sejumlah warga berdi-brtdih kawasan Pamedan Pira Mangkunegarab, Minggu (17/6) padi. (Dok.Timlo.net/ Daryono)

Solo —  Suasana Pura Mangkunegaran, Minggu (17/6) tampak lebih ramai dari biasanya. Ratusan orang tampak berpencar di area Mangkunegaran. Ada yang menyapu halaman, ada yang membersihkan rerumputan, dan ada pula yang memotong rumput dengan mesin pemotong rumput. Tampak pula sebagian memotong dahan-dahan pohon yang rimbun. Ada juga yang membawa karung plastik besar yang kemudian digunakan untuk menampung sampah yang ada.

Ya, itulah acara Resik-Resik Mangkunegaran yang dilaksanakan oleh Solo Tourism Care untuk yang kedua kalinya. Setelah yang pertama Resik-Resik di Keraton Kasunanan Surakarta, Solo Tourism Care kali ini memilih Pura Mangkunegaran sebagai sasaran resik-resik.

Ketua Association of Indonesian Tour and Travel Agencietes (ASITA) Solo, Suharto, mengatakan kegiatan tersebut rutin dilakukan 2 bulan sekali dengan sasaran kawasan wisata dan heritage di Kota Solo. Solo Torurisme Care sendiri merupakan wadah pelaku wisata di Solo untuk care (peduli) dengan objek wisata di Solo sehingga Solo sebagai kota wisata betul-betul terjaga. ” Kalau banyak objek wisata kotor kemudian dipotret wisatawan kemudian diupload kan akan menyebar kemana-mana. Jika bersih tentunya orang akan bercerita bahwa Solo benar-benar kota wisata yang bersih sehingga menarik wisatawan untuk datang ke kota Solo,” papar Suharto kepada Timlo.net, Minggu (17/6) di sela resik-resik.

Untuk pemilihan Mangkunegaran sebagai sasaran resik-resik ini, tambah  Suharto, karena Mangkunegaran merupakan heritage yang vital. ” Diutamakan kawasan heritage dahulu, apalagi di Mangkunegaran ini akan digelar SIPA pada September mendatang,” tambahnya.

Respon masyarakat sendiri sangat positif dengan bertambahnya peserta resik-resik kali ini. Menurut Suharto, tidak kurang dari 400 orang datang dalam acara tersebut. Ada dari hotel, travel agent, dan masyarakat lainnya. ” Semua masyarakat Solo mendukung.  Harapannya bisa menginspirasi masyarakat Solo dan Pemerintah untuk care terhadap heritage dan objek wisata di Solo,” lanjutnya.

Untuk sasaran selanjutnya, Suharto belum menetukan tempatnya. Namun ada keinginan di Benteng Vastenburg. Hanya saja pihaknya belum mengetahui ijinnya ke siapa. ” Masih akan kita rapatkan besok,” tambah Suharto.

Salah seorang warga Mangkunegaran, Yadi, mengaku menyambut baik adanya kegiatan resik-resik tersebut. Menurut Yadi, meskipun tiap bulan ada bersih-bersih dan juga sudah ada abdi dalem yang membersihkan Mangkunegaran, namun tetap saja terbatas. ” Mungkin karena cukup luas, jadi tidak semua tercover,” ujar Yadi yang juga ikut bersih-bersih pagi itu.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge