0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Harga Naik Rp 100 Ribu

LPG 50 Kg Perberat Kinerja Industri

Solo —  Kenaikan harga liquid petroleum gas (LPG) alias gas Elpiji ukuran 50 kilogram yang tembus hingga Rp 100 ribu, diperkirakan akan memperberat kinerja sektor industri. Pasalnya, hal ini bakal melambungkan ongkos produksi, sementara pelaku usaha akan kesulitan dalam melakukan penyesuaian harga.

Seperti diutarakan Ketua Bidang Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Solo, Rihatin Boedijono, kenaikan harga LPG 50 kilogram yang menyentuh Rp 100 ribu jelas cukup memberatkan kalangan industri. Mengingat kenaikan ini akan berpengaruh terhadap harga jual produk.

“Ini cukup memberatkan dan yang jelas harga ini kompetitif nggak dengan harga kami,” ujarnya, saat ditemui wartawan, di sekretariat Apindo Solo, baru-baru ini.

Padahal saat ini, kata Boedi, sekira 25 persen dari anggota Apindo Solo bergerak di sektor industri perhotelan dan restoran. Keduanya memanfaatkan LPG 50 kilogram sebagai penunjang operasional usaha.

Sementara itu, Ketua Bidang LPG 50 Kg Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Solo, Tien Suprapto, menyatakan kenaikan harga LPG industri mulai terjadi pada Kamis (7/6). Kenaikan terjadi berdasarkan perkembangan harga pasar yang mana LPG ukuran 50 kilogram naik Rp 100 ribu dari harga semula sebesar Rp 367.750.

Meski terjadi kenaikan harga, namun diakuinya, hal itu tidak banyak memengaruhi permintaan konsumen. Pasalnya, LPG 50 kilogram sejauh ini lebih banyak dimanfaatkan sektor industri untuk mendukung kegiatan usaha.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge