0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Spillway Gusur Arena Jogging Gajah Mungkur

Warga melihat aktifitas alat berat membuat spillway di Plasa WGM Wonogiri Minggu (17/6) (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri — Warga pengguna kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) komplek Plasa WGM (Pelataran Sawah Waduk Gajah Mungkur) Wonogiri mulai mengeluhkan dampak pembuatan spillway (pintu air) baru di samping pintu utama. Mereka menganggap akibat adanya proyek pengurangan sedimentasi itu ruang publik menjadi tergusur.

Masyarakat kini tak lagi bisa beraktifitas secara leluasa di Plasa WGM. Pasalnya hampir sebagian besar komplek berubah menjadi lahan proyek. “Ndak bisa olahraga lagi Mas, tempatnya sudah digunakan untuk proyek spillway. Kalaupun dipaksakan untuk berolahraga takutnya nanti malah membahayakan, lha wong tempatnya sudah jadi lubang-lubang besar begitu, takut jatuh,“ ungkap Herlina Setyaningsih (22), penduduk Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Minggu (17/6).

Herlina pun hanya melihat-lihat aktivitas alat berat dalam membuat cerukan di tanah. “Dulu waktu tempatnya masih luas belum ada proyek, kalau hari Minggu saya pasti ke sini, jogging atau sepeda santai,“ ujar Herlina.

Hal senada diakui Agus Supriyadi, warga Manyaran, Wonogiri. Menurutnya, pembuatan spillway hanya akan menambah masalah. “Belum tentu nanti sedimentasi bisa dikurangi, wong aliran dari bagian hulu masih besar kok, yang jelas malah membuat tempat publik beraktifitas jadi hilang seperti ini,“ ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya,  spillway dibuat dengan tujuan mengurangi laju sedimentasi yang mengarah ke lambung WGM. Skenarionya aliran sungai dari Keduwang akan dibelokkan melewati spillway dan tidak diarahkan ke waduk.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge