0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Barongan, Terinspirasi dari Kebun Bambu

Tari Barong Kemamang ramaikan Solo Kampung Art 2012 di Monumen 45 Banjarsari (Monjari), Sabtu (16/6) malam. (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo —  Berawal dari mengamati lingkungan sekitar, rupa-rupanya menumbuhkan ide untuk membentuk suatu komunitas kesenian. Salah satunya adalah kelompok kesenian Barong Kemamang.

Puluhan penari barongan menggebrak perhelatan berbasis kampung, Solo Kampung Art 2012, Sabtu (16/6) malam di Monumen 45 Banjarsari. Tari tersebut dipentaskan oleh sekitar 50 orang, perwakilan dari Kelurahan Jagalan, Jebres.

Tarian tersebut bercerita tentang Sebuah desa yang aman tentram tiba-tiba ada  kabar dari desa sebelah bahwa kedatangan Kemamang. Kemamang yaitu mala petaka atau pagebluk. Dengan sigap masyarakat desa bermusyawarah hingga menemukan cara untuk menakhlukkan Kemamang tersebut. Mereka akhirnya mempersatukan antara pimpinan dan rakyat hingga berwujud barong. Kepala barong sebagai pimpinan dan tubuh barong sebagai rakyat hingga bisa mengusir Kemamang.

Parjioparsik selaku pencipta tari Barong Kemamang dari Sanggar Budaya Barong Kemamang mengatakan, kelompok dan kisah dalam tarian ini terinspirasi dari keberadaan kampung Jagalan yang dulu banyak pohon bambu yang dalam bahasa Jawa disebut mbarongan. Dari kata dasar yang sama (barong), meskipun berbeda makna, para seniman Jagalan tersebut terinspirasi membuat kelompok barongan sekaligus menciptakan kreasi tari Barong Kemamang.

“Kami selaku seniman Jagalan terinspirasi dari pohon bambu (barongan) yang akhirnya menciptakan karya ini,” ujarnya saat ditemui selepas pementasan.

Makna yang tersirat dalam pementasan tari Barong Kemamang tersebut adalah bersatunya antara pimpinan dan rakyat akan menghilangkan semua musibah yang menimpa.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge