0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pedagang Ampel Protes Pembangunan Kios

Pedagang Pasar Ampel protes pembangunan kios, Sabtu (16/6). (Dok.Timlo.net/ Byll)

Boyolali — Puluhan pedagang Pasar Ampel, Boyolali memprotes pembangunan kios di sebelah timur pasar yang sebelumnya digunakan sebagai tempat parkir. Pembangunan kios ini dikhawatirkan akan mengurangi omset pendapatan bagi pedagang di lantai atas. Selain itu, lokasi pembangunan selama ini digunakan untuk pasar pagi.

Pedagang didampingi anggota Fraksi Partai Nurani Golkar DPRD Boyolali meminta agar pembangunan kios dihentikan dan dilakukan sosialisasi terlebih dahulu. Sayangnya niat pedagang dan FPNG ditolak oleh pihak kontraktor dan lurah pasar.

“Saya tidak bisa menghentikan pembangunan ini sebelum ada surat dari bupati melalui Disperindagsar,karena saya membangun ini berdasarkan ijin dari bupati,” ungkap Sukono, dari CV Rukun Sentosa, Sabtu (16/6).

Menanggapi hal tersebut, salah satu anggota FPNG, Fuadi, akan memanggil Kepala Disperindagsar untuk menjelaskan pembangunan kios tersebut. ”Kita akan panggil kepala disperindagsar untuk mengklarifikasi persoalan ini, jangan asal main bangun saja,” paparnya.

Sementara itu, akibat pembangunan kios, yang rencananya berjumlah empat dengan nilai proyek Rp 97 juta mengakibatkan sejumlah pedagang oprokan pasar pagi kehilangan tempat berjualan. Pasalnya lokasi yang biasanya digunakan untuk berjualan dipatoki pihak investor. Padahal sebelum menempati lokasi berjualan, mereka diharuskan membayar Rp 250 ribu.

“Saya dulu disuruh bayar Rp 250 ribu, lha sekarang kok digusur tanpa diberitahu dan tidak ada pengganti lokasi berjualan. Saya juga punya SIDT,” ungkap Tono, pedagang pagi.

Lurah Pasar Ampel, Widodo, mengaku pihaknya akan memindahkan pedagang ke lokasi yang masih kosong. Diakui, pihaknya memang belum melakukan sosialisasi karena hak pedagang oprokan berjualan di lokasi hanya satu tahun saja. Meski sudah sempat terjadi dialog, belum ada kesepakatan untuk menghentikan pembangunan kios tersebut. (byl)

 



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge