0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hangabehi-Tedjowulan Besok Dikirab

Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (dok.timlo.net/dhefi)

Solo – Dua tokoh dwitunggal Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Paku Buwono (PB) XIII Hanagbehi – KGPH Panembahan Agung Tedjowulan akan dikirab Minggu (17/6) besok. Rencananya, prosesi kirab diikuti 1000 orang lebih peserta, baik dari dalam dan luar keraton. Walikota Solo Joko Widodo bersama dengan unsur Muspida kota Solo dikabarkan juga akan mengikuti prosesi kirab.

Prosesi kirab sendiri akan dimulai pukul 14.00 WIB. Hangabehi, Tedjowulan, Walikota bersama dengan Muspida berangkat bersama-sama dari dalam Sasana Sewaka keluar menuju halaman depan keraton. “Di luar keraton sudah disiapkan kereta kencana dan sejumlah kuda,” kata juru bicara PB XIII Hangabehi, KRH Pradatanagara kepada wartawan, Sabtu (16/6).

Sesampai di halaman keraton, Hangabehi akan naik Kereta Kencana milik keraton. Sementara Tedjowulan akan naik kuda yang nantinya berjalan beriringan dengan Hangabehi. “Walikota bersama unsur Muspida akan naik kuda, yang posisinya berada di depan Kereta Kencana,” tambahnya.

Setelah siap, rombongan PB XIII Hangabehi berangkat dari halaman keraton menuju area pagelaran keraton, yang letaknya tepat di sebelah utara bangunan utama keraton. Kirab sendiri diberangkatkan dari area pagelaran, dimana para sentana, abdi dalem dan sejumlah rombongan lain pengiring kirab sudah menunggu sebelumnya.

Walikota dan Muspida akan naik kuda berada di barisan depan, tepat setelah pasukan prajurit keraton. Di belakangnya, Hangabehi naik kereta kencana, sedangkan Tedjowulan berada di sisi sebelah kanan kereta kencana Hangabehi. Di belakang kereta kencana raja, akan dikawal prajurit raja yang diikuti oleh abdi dalem, sentana dan sejumlah ragam budaya kesenian Solo.

Menurut Bambang, rute yang akan ditempuh dalam prosesi kirab tersebut mulai dari area pagelaran keraton menuju ke utara. Sampai di bundaran Gladag, rombongan terus menuju utara sampai dengan Pasar Gedhe. Dari sana, rombongan belok kanan masuk ke jalan RE Martadinata, perempatan Ketandan belok kanan masuk ke jalan Kapten Mulyadi, perempatan Baturono belok kanan melalui jalan Veteran, belok kanan lagi di perempatan Gemblekan masuk jalan Yos Sudarso, kemudian masuk jalan Slamet Riyadi dan kembali ke dalam keraton.

Uniknya, rute yang dilalui tidak boleh belok ke kiri. “Sinuhun maunya seperti itu. Belok kiri tidak boleh. Bolehnya belok kanan,” terangnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo Widdi Srihanto menjelaskan, pelaksanaan Kirab Mangayubagyo SISKS PB XIII merupakan wujud syukur atas terwujudnya rekonsiliasi dua raja yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. “Dengan kirab ini, masyarakat bisa tahu adanya rekonsiliasi raja. Juga sebagai bukti bahwa bisa rukun, dan Pemkot mendukung (upaya) itu,” jelasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge