0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

FMPSB Protes SIEM Digelar di Balekambang

Jumpa pers rencana penyelenggaraan SIEM 2012 di Taman Balekambang, Rabu (6/6). (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Penyelenggaraan Solo International Ethnic Music (SIEM) 2012 yang akan digelar di Taman Balekambang terus menuai protes. Kali ini datang dari Forum Masyarakat Peduli Seni Budaya (FMPSB) Surakarta. Dalam jumpa pers di Sriwedari, FMPSB mengeluarkan beberapa alasan penolakan SIEM di Balekambang.

Salah satu perwakilan dari FMPSB, Janthit Sanala mengatakan SIEM sekarang sudah bukan SIEM yang dulu. SIEM dinilai telah berubah menjadi Solo International Contemporary Ethnic Music (SICEM). Sehingga fungsinya pun juga bergeser dari yang awalnya menjadi tuntunan berubah ke tontonan. “SIEM tidak seperti yang dulu lagi tetapi telah berubah menjadi SICEM,” ujarnya, Jumat (15/6)..

Dirinya juga meminta agar Pemerintah Kota menghentikan pengalokasian dana Anggaran Pengeluaran Belanja Daerah (APBD) untuk even SIEM. Hal tersebut didasarkan pada kurangnya kebermanfaatan acara SIEM terhadap kota Solo. “Acara SIEM ini terlalu banyak menghabiskan anggaran,” ungkapnya.

Ditambahkan, even yang diselenggarakan di Kota Solo akhir-akhir ini justru meminggirkan dan memojokkan seni budaya yang telah menjadi milik dan kebanggaan Wong Solo. Bahkan SIEM yang akan diselenggarakan Pemkot Solo telah mengorbankan sebuah taman kota Balekambang dan mengganggu kegiatan seni ketoprak tradisional sebagai salah satu icon Kota Solo.

Terkait penolakan SIEM di Taman Belekambang, FMPSB berencana menggelar aksi di arena Car Free Day (CFD), Minggu (17/6). Mereka juga akan mendatangi Gedung DPRD Surakarta, Selasa (19/6).

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge