0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pembukaan Koridor Baru BST Bisa Muspro

Ketua FPAN DPRD Surakarta, Umar Hasyim (Dok.Timlo.net/daryono)

Solo — Anggota DPRD Kota Surakarta dari Fraksi Partai Amant Nasional, Umar Hasyim, menilai perlu adanya evaluasi Batik Solo Trans (BST) sebelum adanya penambahan koridor baru. Hal ini ditegaskan Umar saat ditemui wartawan di Ruang Fraksi PAN, Jumat (15/6).

Penambahan koridor baru, tambah Umar, berpeluang mematikan trayek angkutan yang ada. Umar menilai perlu adanya pembicaraan dengan angkutan tersebut. “Kan sudah ada angkutan yang beroperasi, apa nanti tidak mematikan mereka? Mereka juga harus diajak bicara dulu,” tegasnya.

Meskipun demikian, Umar tidak keberatan jika dilakukan penambahan armada BST jika memang APBD memungkinkan. Menurutnya, permasalahan utama bukan ada atau tidaknya anggaran, melainkan dari pengelolaanya sudah maksimal atau belum. “Saya menilai BST saat ini belum maksimal, jadi lebih baik itu dulu yang dibenahi,” ujarnya.

Umar mengaku khawatir, jika Pemkot buru-buru menambah armada BST guna pembukaan koridor 2 dan 3, tanpa mengkaji pengelolaan saat ini, pengadaan BST justru akan tidak berguna. “Saya takutnya pembukaan koridor baru BST akan muspro, sementara pengadaannya menggunakan APBD yang merupakan dana publik. Sebaiknya dikaji dulu pngelolaannya saat ini,” pungkasnya.

Sebelumnya Dishubkominfo berencana membuka koridor 2 dan 3 dengan mengajukan anggaran pengadaan armada BST pada APBD Perubahan mendatang. Rencana tersebut juga didukung oleh Komisi III DPRD namun mendapat pertentangan dari pimpinan dewan.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge