• Rabu, 23 Mei 2012
 Pentas Teater SOPO FISIP UNS

Cannibal Bentuk Pergolakan Revolusi Kaum Pribumi

Bram Dwi Atmanto - Timlo.net
Rabu, 14 Juli 2010 | 18:42 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/Febri
Salah satu adegan dalam pementasan teater Sopo berjudul Cannibal.

Solo – Teater SOPO Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret mementaskan sebuah naskah karya  Ben Jon berjudul Cannibal di Teater Arena TBJTS, kemarin malam.

Naskah yang ditulis oleh pengajar dari Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung tersebut mengisahkan sebuah konteks sejarah yang berlangsung di wilayah Mojokuto dan pinggiran Bengawan Solo yang cukup disakralkan di era penjajahan kolonial Belanda di masa itu. Berangkat dari itu sebuah kisah yang menggambarkan berbagai pergolakan revolusi dan ambisi perebutan kekuasaan antara penjajah Belanda dan penduduk pribumi yang berkhianat digambarkan secara gamblang dan dramatis ke dalam sebuah pertunjukan teater

Memang sebuah perjalanan sejarah dalam sebuah pergolakan manusia diwarnai oleh perilaku dan nafsu penguasa yang selalu menghalalkan segala cara demi mendapatkan sebuah kekuasaan berlebih. Lebih konkritnya selalu dalam ingatan kita bahwa sejarah bangsa inipun tak bisa lepas begitu saja dari pertumpahan darah, kudeta penggulingan kekuasaan serta sederet ambisi baik yang tercatat maupun terlupakan oleh sejarah.

Rudyaso Febriadi selaku sutradara pementasan tersebut mengatakan naskah Cannibal kali ini sengaja diangkat ke dalam sebuah pementasan teater mengingat nafsu kekuasaan tidak bisa lepas dalam sebuah perjalanan kehidupan manusia. “Seiring zaman yang semakin berkembang ini, nafsu dan ambisi kekuasaan semakin merajalela,” jelas Rudyaso setelah pementasan berakhir.

Ia menambahkan, segala pewujudan dari ambisi dan nafsu manusia untuk merebut sebuah kekuasaan selalu dilakukan dengan banyak cara sesuai yang menysuaikan kebutuhan dan kondisi saat ini. “Jika dulu untuk merebut sebuah kekuasaan orang hanya mengenal yang namanya perang dan pertumpahan darah saja, tetapi kini ada yang namanya pembunuhan karakter, pembunuhan budaya serta pembunuhan moral,” tandasnya

         

Berita Terkait

Komentar

  1. doni

    waw… yang jadi suman itu aku,, hhaahhaaa… wah temlo net bisa-bisa aja.. jadi malu aku terexsposs

  2. alief

    biasa ja mas suman
    hahahaa…….

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan JS 300×125