0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penari Manca Ngolet Menarikan Umbul Donga Laras-Laris

Mbah Prapto bersama dua penari menarikan tari Umbul Donga Laras Laris di Pasar Ngarsopuro, Jumat (15/6). (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Ada berbagai cara yang digunakan untuk melariskan dagangan di pasar tradisional. Salah satunya adalah mengusung sebuah tarian ritual yang bermakna doa. Seperti tari Umbul Donga Laras Laris yang diusung dua penari andal, Mbah Prapto, Nungky, dan Diana dari manca negara.

Tari ritual yang diusung Suprapto Suryo Sudarmo, Nungky Nur Cahyani, dan Diana Butter ini menyita perhatian pengunjung yang menyaksikan Kenduri Ageng Semarak Pasar Tradisional di Pasar Ngarsopuro, Jumat (15/6) siang.

Saat ditemui Timlo.net, Diana Butter mengaku tertarik dengan tarian Indonesia sejak di bangku kuliah. Di tempat kuliahnya di Amerika yang bernama Juilliard School New York, juga dikenalkan kebudayaan indonesia. Dengan ketertarikannya tersebut akhirnya dia pergi ke Indonesia dan tinggal di Bali. Sampai sekarang dia sudah tinggal selama 11 tahun. “Saya menyukai budaya Indonesia, karena budaya Indonesia itu sangat dalam dan luhur,” ujarnya.

Sementara itu Mbah Prapto mengungkapkan, tarian tersebut bercerita bahwa sebelum mulai sesuatu, seseorang harus dalam keadaan bersih. Hal tersebut disimbolkan dengan gerakan menyapu. Apabila sudah dalam keadaan bersih, baik hati dan pikiran maka nantinya akan terpancar kesucian.

Seniman yang tinggal di Padhepokan Lemah Putih, Plesungan, Karanganyar ini menambahkan, pemahaman konsep yang selaras membuat mereka dengan cepat menemukan keserasian dalam gerak dan irama.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge