0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sempat Terjadi Insiden Kecil

Jelang Jumenengan, Petugas Keraton Screening Tamu

Petugas keraton melakukan screening terhadap tamu yang masuk (timlo.net - dhefi)

Solo — Menjelang prosesi Jumenengan PB XIII Sinuhun Hangabehi, Jumat (15/6) pagi, diwarnai dengan insiden kecil. Salah satu kerabat keraton dari kubu KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, GPH Madukusumo sempat dihalang-halangi masuk ke dalam Kori Kamandungan atau pintu utama masuk Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Sekitar pukul 07.30 WIB, GPH Madukusumo sampai di dalam kompleks keraton. Saat hendak masuk ke dalam keraton melalui Kori Kamandungan, penjaga pintu keraton menghalanginya. Penjaga keraton meminta Madukusumo untuk singgah dulu ke Sasana Mulya.

Namun dengan tegas, Madukusumo menolak. “Ngopo ra oleh mlebu? (Kenapa tak boleh masuk),” kata Madukusumo dengan nada tinggi. Saat itu, sempat terjadi ketegangan antara Madukusumo dengan petugas penjaga pintu.

Setelah berunding, akhirnya Madukusumo diperbolehkan masuk dan dipersilahkan ke sasana kasentanan. Sementara, pengikutnya belum diperbolehkan masuk.

Pasca kejadian itu, petugas memberlakukan sistem screening bagi tamu undangan. Menurut salah seorang petugas penjaga pintu masuk, undangan tamu menjelang Jumenengan, banyak yang berbeda dengan undangan yang dikeluarkan oleh keraton (Kusumowandowo).

“Undangan yang ditunjukkan banyak yang berbeda dengan undangan yang diedarkan,” tutur petugas pintu masuk yang tak mau disebutkan namanya itu.

Akhirnya, panitia memberikan tanda khusus bagi undangan yang masuk, terutama undangan yang datang secara rombongan. Tanda khusus yang diberikan berupa pin berbahan kertas berstempel keraton berwarna biru muda.

Sampai dengan pukul 09.00 WIB, Tedjowulan belum datang di area keraton.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge