0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Malam Jumat Kliwon, Digelar Tari Srimpi Dhempel

Tari Srimpi Dhempel tampil pada hari kedua Keraton Art Festival di Sitihinggil Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kamis (14/6) malam. (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Pagelaran Keraton Art Festival 2012 di hari kedua, Kamis (14/6)  dibuka dengan tari Srimpi Dhempel. Tarian yang diciptakan  Pakubuwono XIII ini dibawakan oleh 4 orang wanita dengan posisi belah ketupat. Gerakan lemah gemulai selaras dengan gending yang dialunkan membuat penonton merasa takjub.

Menurut KMAT Prabawati Arumingtyas selaku penari Srimpi Dhempel, tarian ini menceritakan tentang kehidupan manusia menuju kebaikan. Dhempel diartikan sebagai pegangan pintu atau tempat menempelnya pintu. Apabila dempel tersebut tidak kuat maka pintunyapun akan menjadi tidak simetris. Alhasil apapun benda yang berasal dari luar akan mudah masuk.

Selain penari dirinya juga pelatih tari Srimpi Dempel, dirinya mengaku sejak masih kecil telah menyukai kesenian tari. “Sejak usia 5 tahun saya sudah mulai menari,” ujarnya saat ditemui Timlo.net, Kamis (14/6) malam.

Dirinya berharap agar pagelaran yang menghadirkan tarian-tarian tradisional seperti Keraton Art Festival ini lebih kerap lagi digelar agar bisa menjadi lestari kesenian tari tradisional. “Kalau bisa acara semacam ini terus digelar tiap tahun, karena bisa menjadi hiburan masyarakat serta berpartisipasi ikut melestarikan budaya,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge