0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dalang Kirmanto Kusumo:

Jaga Wayang Beber Agar Tidak Dicuri Negara Lain

Pentas wayang beber di TBJT (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Wayang beber yang dipentaskan Paguyuban Wayang Beber Remeng Mangunjoyo dengan Dalang Kirmantohadi Kusumo dari Gunung Kidul tetap memegang tradisi nusantara. Pementasan pertama di hari terakhir Pekan Wayang Jawa Tengah 2012, Rabu (13/6) tersebut mengusung cerita Panji Asmarabangun.

Cerita berawal dari rendahnya ilmu Panji Asmarabangun dari istrinya Dewi Sekartaji, sehingga dirinya bertapa di lereng Gunung Penanggungan. Setelah bertapa dirinya mendapat wangsit atau wahyu dari dewata sehingga ilmu kanuragan dan kebatinannya meningkat pesat. Setelah itu Raden Panji Asmarabangun mengubah namanya menjadi Rameng Mangunjoyo.

Sementara itu Prabu Kelana Sewandana dari Negeri Bantarangin tertarik hati terhadap Dewi Sekartaji dan menyuruh 2 orang bawahannya yaitu Resi Puyangaking yang mempunyai ajian Lintang Kemukus dan Gajah Gurito yang mempunyai ajian Wewe Putih untuk menggempur Kerajaan Kediri tempat Dewi Sekartaji berada.

Mendengar hal tersebut, Remeng Mangunjoyo (Panji Asmarabangun) datang membela Kediri dan bertarung dengan kedua ksatria utusan Prabu Kelana Sewandana dari Negeri Bantarangin. Akhir cerita dia bisa mengalahkan keduanya dan bisa bersatu lagi dengan Dewi Sekartaji.

Berdasarkan penuturan Kirmanto Kusumo selaku dalang wayang beber tradisi mengatakan wayang beber ini merupakan kesenian yang sudah sangat lama. Sejak jaman Kerajaan Majapahit, Wayang Beber ini telah dipentaskan.

“Wayang ini harus dilestarikan karena merupakan warisan kesenian sejak jaman Kerajaan Majapahit dulu,” ujarnya saat ditemui Timlo.net, seusai pementasan.

Dirinya menghimbau, terutama terhadap pemerintah agar selalu menyebarluaskan kesenian yang adiluhung ini agar nantinya bisa berkelanjutan dan tidak dicuri oleh negara lain. Seperti halnya yang terjadi pada batik dan kesenian lainnya yang hampir dicuri oleh negara lain.

“Wayang beber ini perlu perhatian pemerintah agar tetap lestari dan bisa terus terpelihara,” ujar dalang yang mengaku keturunan kesepuluh dari pelestari Wayang Beber tersebut.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge