0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DPRD: Penambahan BST Membebani APBD

Bus Batik Solo Trans (BST) (Dok. Timlo.net/Dhefi)

Solo — Rencana penambahan armada Batik Solo Trans (BST)  di Koridor 2 dan 3 mendapat penentangan dari Pimpinan Dewan. Penentangan ini dikarenakan penambahan armada tersebut dipandang akan membebani APBD.

Wakil Ketua DPRD Kota Surakarta, Supriyanto, mengatakan pihaknya tidak akan menyetujui pengajuan penganggaran armada BST dalam APBD mendatang. Selain dipandang membebani anggaran, Supriyanto menilai pengelolaan BST saat ini terus merugi dan tidak menunjukkan solusi atas masalah lalu-lintas.

“BST yang ada saat ini saja tidak menunjukkan pengurangan atas kemacetan lalu-lintas, selalu merugi dan juga kurang diminati masyarakat,” ujar politisi Partai Demokrat ini.

Supriyanto menilai, saat ini yang harus dilakukan adalah evaluasi pengelolaan BST. Pengelolaan BST yang dikerjasamakan dengan DAMRI sebagai pihak ketiga dinilai tidak optimal dan tidak memberikan pelayanan yang memuaskan bagi masyarakat. ” Tiap tahun merugi Rp. 1 M, begitu pula pelayanan yang kurang memuaskan menjadikan BST kurang diminati. Itu dulu yang harus diperbaiki,” tegasnya.

Dengan demikian, tujuan kehadiran BST yang diharapkan mampu mengurangi kemacetan, dinilai Supriyanto justru tidak tercapai. Hal itulah yang menjadikan dirinya  tidak setuju dengan rencana penambahan armada BST.

Sebelumnya, jajaran Komisi III DPRD Kota Surakarta mendukung langkah Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) yang akan mengajukan penambahan 10 unit armada BST senilai lebih kurang Rp. 10 miliar,  dalam APBD Perubahan mendatang. Komisi III memandang Kota Solo memang masih membutuhkan penambahan sarana transportasi massal.



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge