0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terancam Gagal Panen

1000 Hektar Sawah Padi Diserang Wereng Coklat

Petani di Polokarto Memanen Tanaman Padinya Yang Sudah Mati Akibat Serangan Wereng (Dok. Timlo.net/ Sahid)

Sukoharjo – Sedikitnya 1000 hektar sawah di Kecamatan Polokarto dan Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo terserang hama wereng batang coklat. Jutaan wereng menyerang tanaman padi petani di 2 kecamatan tersebut, sejak dimulainya musim tanam II dan saat ini telah mengakibatkan gagal panen.

Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Dam Colo Timur, Jigong Sarjanto, Kamis (14/6) mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan untuk membasmi wereng. Mulai dari menyemprot padi dengan obat-obatan hingga pembasmi hama. Namun upaya tersebut tidak dapat menghentikan serangan wereng. Hama wereng datang menyerang padi petani tidak ada habisnya.

“Kita sudah berupaya memberikan pupuk, obat, dan pembasmi hama tapi tidak juga dapat membasmi wereng. Wereng datang terus dari tempat lain. Kalau dilihat di batang padi itu, ada ratusan wereng yang menempel pada rumpun padi,” ujarnya.

Pihaknya telah melaporkan serangan wereng batang coklat ini kepada Dinas Pertanian. Namun hingga kini belum ada upaya maksimal dari Dinas Pertanian untuk membasmi wereng yang menyerang areal pertanian di Kecamatan Polokarto dan Mojolaban ini.

Bahkan sebagian petani, memilih untuk memanen padi lebih awal agar tidak mengalami kerugian yang lebih besar. Pasalnya, hanya berselang 2 minggu sebelum panen, kebanyakan tanaman padi petani telah kering dan gabuk tidak berisi akibat serangan wereng.

“Saya panen lebih awal. Ini sudah terlanjur mati dan kering sebagian besar. Padahal 2 hari lalu padinya masih terlihat subur. Hanya tinggal menunggu 2 minggu lagi panen. Eh tidak taunya malah terlanjur gabuk. Padahal wis jual kambing untuk nandur padi ini,” ujar Ngatinem, petani Desa Bugel, Kecamatan Polokarto.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge