0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hearing Banggar di DPRD Solo

Petugas Parkir Nakal Dilaporkan DPRD

Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Surakarta menggelar hearing Banggar di Ruang Paripurna, Kamis (14/6). (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Setelah melakukan konsultasi ke Kemendagri, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Surakarta menggelar hearing Banggar di Ruang Paripurna, Kamis (14/6). Hearing yang dipimpin Pimpinan Dewan tersebut diikuti DPPKA, PKK, LPMK, LSM dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

Pengelolaan parkir di Kota Surakarta menjadi sorotan dalam hearing tersebut. Salah seorang peserta hearing, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Surakarta Titin E Trihayutiningsih, mengatakan masih banyak terjadi petugas parkir yang menggunakan cara-cara premanisme.

Menurut Titin, perilaku premanisme yang dimaksud misalnya menarik parkir di luar ketentuan dan juga adanya sebagian petugas parkir marah jika karcis diminta. Selain itu di tempat-tempat yang seharusnya bebas parkir, ada yang tetap ditarik parkir.

“Saya mengalami sendiri di halaman Gedung Golkar yang merupakan bebas parkir, kenyataannya ada petugas parkirnya. Padahal di situ ada tulisan gratis parkir. Jangan sampai kinerja Pemkot yang baik saat ini rusak oleh perilaku petugas parkir di lapangan,” ujar Titin.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Surakarta YF Soekasno menyatakan parkir yang ditarik hanya di badan jalan. Kecuali lahan ekonomi, misalnya Mall itu parkirnya masuk dalam pajak parkir. Terkait penertiban petugas parkir, Sukasno meminta SKPD terkait untuk menindaklanjuti.

“Sebenarnya tidak sulit, pengelolaan parkir kan menggandeng CV. Tinggal meminta komitmen CV untuk tegas terhadap anak buahnya,” pungkas Sukasno.

Selain parkir, dalam hearing yang berlangsung 2 jam tersebut juga disampaikan juga berbagai permasalahan terkait penganggaran di Kota Surakarta antaralain Penerangan Jalan Umum (PJU), pelayanan publik dan lain sebagainya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge