0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Minibus Wahyu Tak Lewat, Warga Tabur Bunga

Aksi teaterikal tabur bunga di salah satu TKP kecelakaan antara sepeda motor dengan minibus PO. Wahyu (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri —  Lantaran minibus PO Wahyu yang sedianya akan menjadi “sasaran“ aksi demo warga Kecamatan Selogiri, Kamis (14/6), tidak ada satupun yang melintas, massa kemudian melakukan aksi teaterikal tabur bunga di salah satu lokasi TKP kecelakaan.

Sekitar dua ratusan massa secara bergantian melakukan tabur bunga di bawah pokok pohon trembesi tak jauh dari lokasi demo di pertigaan Dusun Gunan, Desa Jendi, Selogiri. Di dekat pohon trembesi itulah Budi Hartono (30), seorang tokoh pemuda setempat tewas seketika setelah motor yang dikendarainya ditabrak minibus  Wahyu.

“Ini merupakan bentuk solidaritas kita sekaligus keprihatinan atas tindakan sembrono yang dilakukan kru minibus Wahyu,“ ungkap salah satu penduduk, Pramudita Bayu Aji.

Dijelaskan, aksi teaterikal merupakan buntut banyaknya korban jiwa akibat minibus yang ugal-ugalan. “Di tahun ini saja sudah ada 3 warga Selogiri yang meninggal akibat ditabrak  bus Wahyu. Makanya kami semua menuntut supaya minibus Wahyu dilarang melintasi jalan Krisak-Tawangsari, kalau nekad akan kami usir,“ tegas Pramudita.

Saat tabur bunga dilaksanakan, beberapa warga terlihat menangis. Menurut pengakuan, mereka teringat akan kondisi jenazah yang tewas saat kecelakaan. “Mengenaskan Mas, kalau ingat itu hati ini jadi marah, pengin rasanya balasa dendam, tapi itu tak akan kami lakukan,kami pilih cara yang lebih dewasa seperti penolakan ini,“ ujar Heru BS, seorang warga.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge