0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Penambang Pasir Manual Kali Apu Kecewa

Penambang pasir di Kali Apu lereng Merapi, Boyolali. (Dok.Timlo.net/ Byll)

Boyolali — Sejumlah penambang pasir manual di Kali Apu, Selo, Boyolali mengaku kecewa dengan pembatasan lokasi penambangan pasir yang dilakukan oleh pelaksana proyek pengerukan kali tersebut. Akibat pembatasan tersebut, pendapatan warga mengalami penurunan.

Pembatasan penambangan pasir di Kali Apu dilakukan sejak adanya proyek pengerukan. Sejak saat itu, penambang manual yang merupakan warga sekitar lokasi tidak leluasa melakukan penambangan. Mereka hanya diijinkan mengambil batu-batuan kecil atau krakal dan pasir yang berada di pinggir sungai.

”Ya ini yang bisa kita ambil, cuman krakal yang di sana itu. Pasirnya tidak boleh diambil, apalagi yang sudah dikeruk oleh back hoe,” ungkap Salimin, warga Klakah, Rabu (13/6).

Hal yang sama juga dirasakan para penambang manual lainnya. Dari pengamatan di Kali Apu, sejumlah penambang manual lebih banyak berada di pinggir sungai untuk menambang. Sebagian juga terlihat berada di tengah, hanya saja mereka tidak berani melewati petak-petak yang diakui milik proyek.

Sementara di sisi sebelah timur, terlihat satu alat berat back hoe sedang melakukan pengerukan. Di atasnya terdapat sebuah truk yang terlihat sibuk mengisi bak truk dengan pasir.

Penambangan pasir dan batu di Kali Apu yang berhulu di Puncak Merapi selama ini menjadi penopang hidup warga sekitar. Mereka berharap erupsi Merapi tahun 2010 yang memuntahkan material padat seperti pasir dan batu akan membawa keuntungan besar. (byl)

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge