0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kemarau, Waspadai Kobongan Hutan Merbabu

Simulasi kobongan di Boyolali (Foto Ilustrasi). (Dok.Timlo.net/ Nanin)

Boyolali — Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGM) mulai meningkatkan kewaspadaan menyusul mulai memasukinya musim kemarau. Kewaspadaan terutama berkaitan dengan kebakaran hutan di Gunung Merbabu. Pada tahun 2011 saja, sebanyak 600 hektar lahan di Gunung Merbabu terbakar.

Dari total lahan di Gunung Merbabu yang terbakar pada tahun 2011 lalu, 400 hektar berada di kawasan Selo dan Ampel Boyolali, sisanya di Magelang dan Semarang. BTNGM sendiri berharap di musim kemarau tahun ini tidak ada lagi kebakaran di Gunung Merbabu. ”Kalaupun ada, kita berharap luasan yang terbakar bisa diminimalkan,” ungkap Kepala BTNGM, Wisnu Widodo, Rabu (13/6).

Untuk mengantipasi hal tersebut, ratusan masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api dan petugas melakukan apel siaga kebakaran hutan di Lapangan Samiran, Selo, Boyolali. Kegiatan ini juga diwarnai dengan simulasi pemadaman api di hutan.

”Tahun kemarin kita sangat dibantu masyarakat yang tinggal di sekitar hutan untuk memadamkan api. Sebagai antisipasi kita siagakan petugas dan masyarakat mulai sekarang,” tandas Wisnu.

Simulasi yang dilakukan masyarakat dan petugas perhutani dilakukan seolah-olah terjadi kebakaran di hutan Gunung Merbabu. Warga dan petugas berupaya memadamkan api dengan menggunakan alat sederhana, seperti gebyok (batang kayu), sabit dan cangkul. Diakui, pemadaman kebakaran di hutan Gunung Merbabu selama ini menggunakan alat manual. Medan yang curam dan terjal tidak memungkinkan membawa alat pemadam yang modern.

Di sisi lain, Wakil Bupati Boyolali Agus Purmanto, mengatakan kebakaran hutan lebih dikarenakan kurang disiplinya perilaku masyarakat. ”Selain komunikasi dan koordinasi, merubah perilaku masyarakat juga sangat penting,” tandasnya. (byl)

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge