0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wayang Golek Tradisional dan Kontemporer

2 Kali, Begal Jamaludin Unjuk Diri di TBJT

Pertunjukan Wayang Golek kontemporer di TBJT, Kentingan, Jebres, Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Pertunjukan Pekan Wayang Jawa Tengah 2012, di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Kentingan, Jebres, Solo,  Selasa (12/6) malam, ditutup dengan 2 pertunjukan wayang khas dari daerah Tegal yaitu Wayang Golek. Kedua pertunjukan Wayang Golek tersebut mengetengahkan tema yang sama yaitu Begal Jamaludin.

Wayang yang dipentaskan dari 2 generasi berbeda tersebut meskipun sama tetapi hasil penggarapannya berbeda. Cerita tersebut mengisahkan tentang seorang begal yang sering membuat onar dan mencuri harta orang kaya. Jamaludin sendiri adalah seorang yang sakti mandraguna, semua pendekar di Tanah Jawa mengakui kesaktiannya.

Sunan Kalijaga akhirnya mendengar kabar tentang kesaktian serta kebrutalan begal satu ini. Dirinya memutuskan untuk menemui Jamaludin sendiri dan menanyakan apa yang bisa membuatnya mati. Jamaludin pun akhirnya menjawab dia hanya bisa mati apabila berada di pangkuan kekasihnya.

Menurut Ki Suratno, dalang Wayang Golek tradisional mengaku tidak keberatan apabila Wayang Golek dikembangkan mengikuti perkembangan jaman. Selain itu apabila ada perkembangan nantinya akan kembali ke masyarakat akan menyukai yang mana. “Saya malah senang apabila ada pengembangan dari konsep Wayang Golek, tetapi itu kembali kepada masyarakat yang menikmati kesenian ini,” jelasnya saat ditemui seusai acara pementasan.

Ditambahkan, dirinya prihatin karena anak-anak jaman sekarang itu sudah jarang sekali tertarik terhadap pementasan Wayang Golek. Hal tersebut terbukti saat dirinya manggung, kebanyakan penontonnya adalah golongan dewasa dan golongan tua.

“Saya prihatin Mas, sekarang anak-anak kurang menyukai kesenian wayang hanya yang tua saja yang suka, bagaimana regenerasinya,” ujar pria yang sudah 25 tahun lebih menekuni kesenian wayang ini.

Di tempat terpisah, Sri Waluyo, ketua pementasan Wayang Golek kontemporer mengatakan, pertunjukannya tidak hanya permainan wayang tetapi dipadupadankan dengan tingkah laku para pemain yang lucu. Tak ayal membuat penonton tertawa dengan tingkah lucu mereka.

Wayang Golek pun juga di buat lebih besar dari ukuran normalnya menjadi 2 kali lebih besar. “Wayang Golek yang ditampilkan ini juga diselingi dengan penampilan dalangnya. Jadi tidak cuma wayang terus, ukurangnya pun juga saya buat lebih besar,” ujar dalang yang masih muda tersebut.

Senada dengan Ki Suratno, dirinya juga prihatin dengan anak-anak jaman sekarang yang kurang begitu mengenal wayang. “Kalau anak-anak sekarang ditanyai tokoh favoritnya pasti mereka akan menjawab Spongebob atau Superman. Berbeda dengan jama saya, kalau dulu saya ditanya pasti menjawab Bima atau Gatotkaca,” ujarnya. Melalui pertunjukannya dia ingin mengenalkan tokoh-tokoh wayang dengan kemasan yang segar serta dapat di terima oleh masyarakat.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge