0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penderita Sakit Jiwa Dirukyah

ustadz dari Ponpes Takhfidzul Quran Insani Sukoharjo saat melakukan rukyah pada penderita gangguan jiwa di Griya PMI Peduli (timlo.net - dhefi)

Solo — Sebanyak 36 penderita gangguan jiwa yang berada di Griya PMI Peduli, Mojosongo, Jebres menjalani rukyah. Bertempat di dalam sebuah ruangan berteralis, sejumlah ustadz dari Pondok Pesantren Takhfidzul Quran Insani Sukoharjo membacakan alunan ayat suci Alquran kepada para penderita gangguan jiwa tersebut.

Koordinator Dompet Kemanusiaan PMI Surakarta, Muhammad Iqbal mengatakan, cara penyembuhan rukyah baru dilakukan pertama kali ini. “Ada bacaan-bacaan yang sifatnya menghilangkan gangguan jiwa. Di antaranya Ayat Kursi, Surat An-nas, Surat Jin, dan 3 ayat terakhir Surat Al Baqoroh,” katanya kepada wartawan, Selasa (12/6).

Saat pasien dibacakan ayat-ayat tersebut, ada beberapa reaksi yang timbul. Mulai dari rasa gelisah, sampai ada yang tertidur pulas. Namun, sedikit diantaranya nampak tenang mendengarkan lantunan ayat suci Alquran dari santriawan.

Proses penyembuhan dengan metode ini tidak bisa sekali dilakukan. Menurutnya, perlu adanya rutinitas dan dilakukan beberapa kali sampai pasien benar-benar sembuh. “Mereka menderita penyakit kejiwaan yang mustahil disembuhkan lewat obat-obatan luar,” tambahnya. Oleh karenanya, ia percaya Tuhan akan mengembalikan kesadaran pasien dengan mendoakannya supaya diberi kesembuhan.

Selain menggelar rukyah, pihaknya memiliki metode sendiri yang membuat pasien cepat sembuh. “Tiap hari, pasien kami mandikan. Tujuannya, agar kesadaran dirinya mulai pulih,” jelasnya.

Penderita gangguan jiwa yang ditampung di Griya PMI Peduli, rata-rata merupakan hasil razia yang dilakukan Dinas Sosial dari jalanan. Selain itu ada pula titipan dari keluarga penderita maupun penjaringan dari relawan PMI.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge